
SIAK, mandalapos.co.id – Hujan deras mengguyur ruas Jalan Dua Jalur Mempura-Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (30/7/2026). Namun, guyuran hujan tidak menyurutkan langkah Bupati Siak Afni bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk menanam ribuan bibit pohon.
Sebanyak 5.050 bibit pohon ditanam sepanjang ruas jalan yang membentang sekitar 15 kilometer tersebut dalam kegiatan penghijauan bertajuk “Sinergi Hebat, Lingkungan Lestari.”
Bagi Afni, penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan pohon yang sudah ditanam dapat bertahan hidup dan tumbuh hingga memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Karena itu, Afni mengajak masyarakat yang ikut menanam untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap bibit yang mereka tanam.
“Rugi kalau kita tidak menanam. Meski hujan tapi ini berkah dari Allah. Ambil minimal satu bibit pohon. Ingat tempatnya. Kalau pohonnya rusak, sampaikan ke DLH. Kalau layu, tolong bersedekah air untuk menyiramnya. Kalau ada rezeki, belilah pupuknya. Pupuk sendiri, jangan menunggu dari DLH saja,” ujar Afni.
Ajakan tersebut disampaikan Afni saat ikut menanam pohon di sepanjang Jalan Lintas Siak-Dayun bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, pelajar, hingga komunitas peduli lingkungan.
Hujan yang turun di tengah kegiatan justru menjadi bagian dari suasana penghijauan. Para peserta tetap melanjutkan penanaman bibit di sepanjang ruas jalan dua jalur tersebut.
Bibit yang ditanam terdiri atas sejumlah jenis pohon pelindung dan tanaman buah. Di antaranya trembesi dan angsana, serta pohon buah lokal seperti mangga, matoa, dan manggis.
Penanaman ribuan pohon tersebut diharapkan dapat memperkuat ruang terbuka hijau di sepanjang koridor jalan, sekaligus menciptakan kawasan yang lebih teduh dan membantu meningkatkan kualitas udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak Amin Soimin mengatakan kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari program pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) Tahun 2026.
Menurut Amin, pemanfaatan anggaran tersebut untuk penghijauan tidak terlepas dari dukungan Bupati Siak yang memperjuangkan pemanfaatan DBH DR bagi program lingkungan di daerah.
“Alhamdulillah, program ini dapat terlaksana berkat dukungan Ibu Bupati yang terus memperjuangkan pemanfaatan anggaran DBH DR kepada pemerintah pusat. Berkat dukungan tersebut, anggaran ini akhirnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan di Kabupaten Siak,” kata Amin.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup dinilai dari jumlah bibit yang berhasil ditanam. Pemeliharaan setelah penanaman menjadi tantangan berikutnya agar ribuan pohon tersebut benar-benar tumbuh.
Amin berharap masyarakat ikut menjaga bibit yang telah ditanam karena manfaat penghijauan tidak dapat dirasakan secara instan. Pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum memberikan keteduhan, membantu menjaga kualitas udara, dan menjadi bagian dari lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Keterlibatan pelajar juga mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi generasi muda, Bupati Siak menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan siswa SMA Negeri 1 Siak dan SMP Negeri 1 Mempura yang turut ambil bagian dalam gerakan penanaman pohon.
Melalui kegiatan tersebut, gerakan penghijauan di Jalan Mempura-Dayun tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah pohon, tetapi juga membangun kebiasaan bersama untuk merawat lingkungan.
Bagi pemerintah daerah, ribuan bibit yang ditanam hari itu merupakan awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan pohon-pohon tersebut tetap hidup dan tumbuh menjadi peneduh bagi masyarakat yang melintas di ruas jalan tersebut pada tahun-tahun mendatang.
*ALHAFISH




















