Arak-arakan Adat Buka Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, Tradisi Melayu Mengiringi Langkah ke Gedung DPRD

Bupati Bengkalis Kasmarni bersama Bupati Bengkalis ke-14 Amril Mukminin mengikuti arak-arakan adat menuju Gedung DPRD Bengkalis, Kamis (30/7/2026), sebagai pembuka Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-514 Bengkalis. (Foto: Diskominfo Bengkalis)

BENGKALIS, mandalapos.co.id – Tabuhan kompang mengiringi langkah Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni dan Bupati Bengkalis ke-14 H. Amril Mukminin dari Wisma Daerah Sri Mahkota menuju Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis, Kamis (30/7/2026).

Mengenakan nuansa adat Melayu, keduanya berjalan kaki bersama rombongan dalam prosesi arak-arakan adat yang menjadi pembuka Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis dalam rangka puncak peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis.

Di sepanjang rute, suasana semakin semarak dengan kehadiran barisan Bujang dan Dara Bengkalis serta bunga manggar. Tabuhan kompang yang terus menggema mengiringi rombongan hingga tiba di gedung dewan.

Prosesi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni hari jadi. Berbagai tradisi yang ditampilkan menjadi cara masyarakat Bengkalis mempertahankan identitas Melayu dalam perayaan hari jadi daerah.

Setibanya di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis, Bupati Kasmarni dan rombongan mendapat penyambutan adat melalui Silat Sambut.

Tradisi tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan dalam budaya Melayu kepada tamu kehormatan. Gerakan silat yang ditampilkan juga menjadi simbol persaudaraan dan penghargaan kepada pemimpin daerah.

Rangkaian adat kemudian berlanjut sebelum rombongan memasuki ruang Sidang Paripurna Istimewa. Tari Persembahan ditampilkan, disusul prosesi Tepak Sirih sebagai simbol penghormatan dan penerimaan dalam tradisi Melayu.

Tepak Sirih sekaligus menjadi bagian dari doa dan harapan agar Kabupaten Bengkalis terus diberi keberkahan, kemajuan, serta kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Puncak Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis pun berlangsung dalam suasana yang memadukan agenda pemerintahan dengan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Negeri Junjungan.

Bagi Bengkalis, peringatan hari jadi bukan semata menandai bertambahnya usia daerah. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang daerah sekaligus merawat warisan budaya yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat.

Prosesi arak-arakan adat menuju Gedung DPRD menjadi salah satu gambaran bagaimana tradisi Melayu tetap ditempatkan dalam agenda penting pemerintahan daerah.

Melalui pelestarian tradisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga adat, budaya, persatuan, serta marwah Negeri Junjungan.*

*ALHAFISH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini