Kinerja Tahun Pertama ARB: Koordinasi Kuat, Janji Politik Direalisasikan

Aneng dan Raja Bayu saat pelaksanaan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas. (Foto: Yahya/mandalapos)

Anambas, mandalapos.co.id – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama Raja Bayu (ARB), menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah program prioritas yang dijanjikan saat kampanye mulai direalisasikan secara bertahap dan dinilai tepat sasaran.

Salah satu capaian yang paling mendapat perhatian publik adalah penyelesaian persoalan tenaga kerja daerah, khususnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sebelumnya sempat diberhentikan melalui Surat Keputusan Bupati Tahun 2024 Nomor 853 tentang pemberhentian PTT se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Kebijakan tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Melalui koordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bupati Aneng memperjuangkan kejelasan status para tenaga honorer. Hasilnya, sebanyak 1.779 orang dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I, disusul 1.159 orang pada Tahap II.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengakomodir kembali PTT menjadi PKKK. Secara keseluruhan, sekitar 2.948 orang kini kembali bekerja, meskipun sebagian belum dapat diakomodir karena faktor usia.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ustad Muhammad Qosim, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. Ia menilai komitmen Bupati Aneng bukan sekadar retorika politik.

“Ini patut kita syukuri. Pak Aneng telah banyak berbuat. Tidak satu pun yang diucapkannya saat kampanye yang tidak dijalankan,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (14/02/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas PKPSDM Kabupaten Kepulauan Anambas, Usmas, membenarkan bahwa pemberhentian PTT sebelumnya telah dilakukan sesuai mekanisme administrasi yang berlaku. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya mencari solusi terbaik agar tenaga honorer memperoleh kepastian status.

Tak hanya fokus pada persoalan kepegawaian, Bupati Aneng juga menunjukkan perhatian di bidang pendidikan. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bahkan, sebagai bentuk komitmen pribadi terhadap kemajuan pendidikan, Aneng menyatakan kesiapannya menggunakan dana pribadi untuk mendukung pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs), termasuk menyumbangkan gajinya guna membantu MTs di wilayah Jemaja.

Di tengah tantangan birokrasi dan keterbatasan anggaran daerah, langkah-langkah tersebut dinilai masyarakat sebagai bukti kepemimpinan yang berorientasi pada solusi dan keberpihakan kepada rakyat.

Menurut Ustad Qosim, kepemimpinan Aneng juga dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun golongan.

“Beliau merangkul semua elemen. Tidak ada tebang pilih dalam membangun Anambas. Semua diajak bersama membangun daerah,” tutupnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, masyarakat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Anambas yang lebih maju dan sejahtera.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini