Buton Tengah, Mandalapos.co.id – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Aula Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Buton Tengah pada Senin (08/06/2026). Suasana haru dari sejumlah pegawai tak terbendung saat prosesi Pisah Sambut dan Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Pertanahan dilangsungkan.
I Gde Beniyasa, S.Kom., S.ST., M.H., sosok yang telah menakhodai transformasi pertanahan di Buton Tengah sejak tahun 2024, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya kepada Zulham Baharuddin, S.Kom., M.M., QRMP.
Pergantian ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran di tubuh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sebelumnya telah melantik dan mengambil sumpah 130 pejabat eselon di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, pada Kamis (04/06/2026).
Dalam pelantikan tersebut, I Gde Beniyasa mendapat amanah baru untuk memimpin Kantah Kabupaten Bombana, sementara Zulham Baharuddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Bombana, kini resmi menakhodai Kantah Buton Tengah.
Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi I Gde Beniyasa untuk mengukir cerita perubahan di Negeri Seribu Goa (sebutan Buton Tengah). Di bawah kepemimpinannya, Kantah Buton Tengah sukses mengawal Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hasilnya, ribuan bidang tanah milik masyarakat prasejahtera kini telah mengantongi legalitas hukum berupa sertifikat gratis.
Tidak hanya berfokus pada tanah rakyat, pria yang dikenal humanis ini juga menjadi aktor krusial di balik suksesi pembangunan infrastruktur daerah. Ia menyelaraskan program agraria dengan visi Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui percepatan sertifikasi lahan hibah strategis.
Mulai dari penataan lahan untuk megaproyek Kantor Bupati, lahan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lahan instansi vertikal, fasilitas pendidikan seperti Sekolah Rakyat serta sejumlah SD dan SMP, hingga legalitas tanah wakaf keagamaan, semuanya sukses dijalankan di bawah pengawasannya.
Dalam sambutan perpisahan, I Gde Beniyasa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sinergi, loyalitas, dan kerja keras seluruh jajaran pegawai selama masa pengabdiannya.
”Saya meminta semuanya untuk terus menjalankan tugas dengan baik. Meski saya tidak lagi membersamai rekan-rekan di sini, komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menuntaskan program pertanahan tepat waktu harus tetap menyala,” ujar Beniyasa.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap elemen masyarakat dan jajaran Pemkab Buton Tengah atas kehangatan dan kerja sama yang terjalin erat selama ini.
”Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf jika ada kekurangan atau ekspektasi pelayanan yang belum terpenuhi secara maksimal selama saya memimpin,” ungkapnya.
Kepergian I Gde Beniyasa membawa warisan pencapaian layanan pertanahan luar biasa di Buton Tengah. Namun, kehadiran Zulham Baharuddin sebagai nakhoda baru tentu membawa angin segar dan optimisme tinggi bagi publik Buton Tengah. Dengan latar belakang keahlian manajemen risiko (QRMP) serta rekam jejaknya yang matang di bidang penetapan hak dan pendaftaran, Zulham diyakini mampu melanjutkan, bahkan mengakselerasi program-program strategis yang belum tuntas.
Laporan: Ahmad Subarjo (Biro Buton Tengah)





















