Jelang HUT Ke-18 Anambas, Warga Air Bini Keluhkan Sinyal, Air Bersih, dan Listrik yang Belum Memadai

Anambas, mandalapos.co.id – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18, warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, kembali menyuarakan keluhan terkait layanan dasar yang dinilai belum memadai. Permasalahan sinyal telekomunikasi, air bersih, dan pasokan listrik disebut masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat hingga kini.

Salah seorang warga Desa Air Bini, Sunardi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama meski Anambas telah berkembang selama 18 tahun sebagai daerah otonom. Menurutnya, masyarakat masih kesulitan memperoleh layanan yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar.

“Kami sudah 18 tahun Anambas berkembang, tetapi di tempat kami sinyal masih tidak ada. Kalau mau komunikasi kami memakai WiFi pribadi dengan biaya Rp10 ribu untuk 24 jam. Sinyal yang dipasang juga ada, tetapi tidak bisa digunakan dengan baik,” katanya saat diwawancarai, Senin (23/6/2026).

Selain persoalan jaringan telekomunikasi, Sunardi juga menyoroti kondisi air bersih di desanya. Saat musim kemarau, warga mengalami kekeringan. Sementara ketika musim hujan, air yang mengalir dinilai keruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Ia menyebut pernah ada pembangunan bak penampungan air. Namun hingga kini fasilitas tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Air yang kami nikmati saat hujan seperti air kopi hitam. Ada pembangunan bak, tetapi sampai sekarang tidak jelas dan terbengkalai. Kami berharap pemerintah mengecek kembali kondisi bangunan itu karena dibuat untuk masyarakat,” ujarnya.

Keluhan lain yang disampaikan adalah seringnya terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan. Kondisi itu, kata dia, mengganggu aktivitas ibadah, pendidikan, hingga pekerjaan masyarakat.

“Kadang sedang salat, sedang makan, atau anak-anak mengaji tiba-tiba listrik padam. Kalau memang ada perbaikan seharusnya ada jadwal yang jelas,” ucapnya.

Menurut Sunardi, berbagai persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah desa, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau saat kegiatan reses, hingga Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, ia menilai belum ada tindak lanjut yang dirasakan masyarakat.

Sunardi berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar lebih memprioritaskan pemenuhan layanan dasar dibanding pembangunan fisik semata.

Ia menilai pembangunan gedung maupun infrastruktur belum akan memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih, listrik yang stabil, dan akses komunikasi.

“Kami berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi masyarakat di desa. Jangan hanya melihat laporan dari dinas. Datang dan lihat sendiri apa yang kami alami,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kondisi ekonomi masyarakat semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan warga.

Sunardi berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan perhatian lebih besar kepada desa-desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini