Investasi Batam Melejit 72 Persen, Tembus Rp44 Triliun di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

BATAM, Anambasnews.com – Di saat banyak daerah masih berjibaku menghadapi perlambatan ekonomi global, Kota Batam justru mencatatkan lompatan investasi yang mengesankan. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di kawasan perdagangan bebas tersebut mencapai Rp44,01 triliun, melonjak 72,83 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp25,46 triliun.

Capaian itu tidak hanya melampaui target nasional sebesar Rp36,9 triliun, tetapi juga mempertegas posisi Batam sebagai salah satu magnet investasi terkuat di Indonesia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut lonjakan investasi tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan perizinan hingga percepatan pembangunan infrastruktur strategis.

“Data ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam semakin kuat. Di tengah tantangan ekonomi global, Batam justru mampu tumbuh dan semakin kompetitif,” kata Amsakar, Senin (22/6/2026).

Tak hanya berdasarkan data LKPM, metode perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam bahkan mencatat nilai investasi mencapai Rp69,30 triliun, atau 115,5 persen dari target investasi BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Investor Dalam Negeri Berbondong-bondong Masuk

Salah satu kejutan terbesar datang dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nilainya mencapai Rp18,43 triliun, melonjak hingga 125,86 persen dibanding tahun 2024 yang hanya Rp8,16 triliun.

Lonjakan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam.

Sementara itu, investasi asing atau PMA juga tetap menunjukkan performa kuat. Sepanjang 2025, nilai PMA mencapai Rp25,58 triliun, tumbuh 47,81 persen dibanding tahun sebelumnya.

Singapura masih menjadi investor terbesar, disusul sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas ekspansi bisnisnya di Batam.

Awal 2026 Langsung Ngebut

Momentum pertumbuhan investasi Batam berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026. Dalam tiga bulan pertama, realisasi investasi mencapai Rp17,4 triliun, atau melonjak 102,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Nilai tersebut terdiri dari investasi asing sebesar Rp8,8 triliun dan investasi domestik Rp8,5 triliun yang mencatat pertumbuhan spektakuler hingga 216 persen.

Lima negara investor terbesar sepanjang awal 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Industri Teknologi dan Manufaktur Jadi Primadona

Berbeda dengan anggapan bahwa investasi Batam hanya bertumpu pada sektor properti, data menunjukkan investasi kini didominasi sektor bernilai tambah tinggi.

Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen. Disusul sektor kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi ini menunjukkan transformasi ekonomi Batam menuju kawasan industri modern berbasis teknologi dan manufaktur yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Kawasan Batam Makin Luas, Peluang Investasi Kian Besar

Optimisme BP Batam semakin menguat setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025 yang memperluas wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Jika sebelumnya hanya mencakup delapan pulau, kini kawasan KPBPB Batam berkembang menjadi 22 pulau dengan luas mencapai 152.686 hektare, lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Perluasan tersebut membuka ruang investasi baru di sektor industri, logistik, energi, pariwisata hingga ekonomi masa depan.

Untuk mendukung masuknya investasi, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, sistem air bersih, pengolahan limbah, hingga fasilitas kesehatan dan pelayanan publik.

“Investasi dan infrastruktur harus berjalan beriringan. Kami ingin investor mendapatkan kepastian usaha, pelayanan yang cepat, dan dukungan infrastruktur yang memadai sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” tegas Amsakar.

Dengan tren pertumbuhan yang terus menanjak dan dukungan berbagai kebijakan strategis, Batam semakin mengukuhkan diri sebagai gerbang investasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (Dan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini