Anambas, mandalapos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas berkolaborasi dengan Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Yayasan Kanker Indonesia menggelar pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di kawasan RSUD Lama, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini penyakit tidak menular.
Pelayanan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa batasan peserta. Warga dapat memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi dokter umum, pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat untuk deteksi dini kanker serviks, hingga pelayanan pemasangan alat kontrasepsi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Fery, mengatakan kolaborasi lintas instansi dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan pelayanan cek kesehatan gratis untuk melakukan skrining penyakit tidak menular. Kami ingin mengetahui apakah masyarakat memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, atau asam urat tinggi. Setelah pemeriksaan, dokter juga memberikan konsultasi dan pengobatan sesuai hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Fery menjelaskan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Dinas Kesehatan bersama Yayasan Kanker Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, dan Polri. Menurutnya, momentum peringatan Hari Bhayangkara dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan terpadu kepada masyarakat.
Selain pemeriksaan penyakit tidak menular, masyarakat juga memperoleh layanan kesehatan reproduksi melalui pemeriksaan IVA dan pemasangan alat kontrasepsi yang ditangani tenaga kesehatan.
Ia menambahkan antusiasme masyarakat cukup baik sejak pagi meski sebelumnya Dinas Kesehatan juga rutin mengadakan kegiatan serupa pada berbagai momentum pelayanan kesehatan.
Fery menegaskan penyakit tidak menular sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang disadari penderitanya. Akibatnya, banyak masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah mengalami komplikasi.
“Kalau hipertensi tidak terdeteksi dan tidak terkontrol, dampaknya bisa menyebabkan stroke. Begitu juga dengan diabetes dan penyakit tidak menular lainnya. Karena itu masyarakat perlu memeriksakan kesehatannya secara rutin,” katanya.
Menurut Fery, sesuai standar pelayanan minimal, setiap orang dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan sedikitnya satu kali dalam setahun. Sementara bagi masyarakat yang telah terdiagnosis menderita penyakit tertentu, pemeriksaan dan pengobatan harus dilakukan secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah.*
*YAHYA


















