Curhat Pengusaha Perikanan Anambas: Listrik Kerap Padam, Es Batu dan Solar Sulit Didapat

Nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas menghadapi kendala untuk melaut akibat sulitnya memperoleh es batu dan solar. Kondisi tersebut dikeluhkan pengusaha perikanan di tengah pemadaman listrik yang berulang kali terjadi

Anambas, mandalapos.co.id – Pemadaman listrik yang berulang kali terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas dikeluhkan pengusaha perikanan karena berdampak pada ketersediaan es batu dan mengganggu aktivitas nelayan. Di saat yang sama, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menurutnya juga sulit diperoleh.

Seorang pengusaha perikanan di Anambas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, pemadaman listrik menyebabkan pabrik es kesulitan berproduksi. Padahal, es batu merupakan kebutuhan penting dalam usaha perikanan, terutama untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan nelayan selama perjalanan dari laut menuju daratan.

“Akibat mati lampu, nelayan tak bisa ke laut. Mencari es batu sekarang kayak mencari emas, susah betul. Pabrik es tidak bisa produksi karena listrik padam,” ungkapnya kepada mandalapos.co.id, Minggu (18/10/2026).

Menurut dia, keterbatasan pasokan es batu menjadi persoalan bagi nelayan yang hendak melaut. Tanpa es yang cukup, ikan hasil tangkapan berisiko lebih cepat rusak sehingga dapat memengaruhi kualitas dan nilai jualnya.

Akibatnya, nelayan menghadapi pilihan sulit untuk tetap melaut dengan persediaan es yang terbatas atau menunda keberangkatan hingga kebutuhan tersebut tersedia.

Persoalan tidak berhenti pada pasokan es batu. Pengusaha perikanan tersebut juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar yang menjadi bahan bakar utama bagi perahu nelayan. Kondisi itu semakin menambah kendala bagi nelayan untuk menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

“Listrik padam, minyak solar langka. Nelayan mau melaut pakai apa? Kami ini mau hidup dari mana kalau begini terus?” keluhnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama pihak terkait segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, kepastian pasokan listrik, ketersediaan es batu, dan kemudahan memperoleh solar sangat penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas perikanan di daerah itu.

“Kami minta solusi dari Pemda Anambas. Tolong pikirkan kami dan nelayan kecil. Pastikan listrik hidup, pastikan es batu ada, pastikan solar ada. Jangan biarkan kami terus begini,” katanya.

Ia khawatir, apabila persoalan tersebut terus berlangsung, aktivitas nelayan dan rantai pasok hasil perikanan di Anambas dapat ikut terganggu. Keterlambatan nelayan melaut berpotensi memengaruhi jumlah ikan yang masuk ke pasar, meskipun dampaknya terhadap pasokan dan harga ikan masih memerlukan data pendukung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun PLN terkait keluhan pengusaha perikanan tersebut.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini