GERAM Kepri Silaturahmi ke Koarmada I, Dorong Pelestarian Tanjak sebagai Warisan Budaya Melayu

Tanjungpinang,mandalapos.co.id — Generasi Anak Melayu Kepulauan Riau Bersatu (GERAM Kepri) terus mendorong pelestarian budaya Melayu, khususnya tanjak sebagai salah satu warisan budaya Nusantara yang sarat dengan nilai sejarah, filosofi, adab, dan identitas masyarakat Melayu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui silaturahmi Ketua Umum GERAM Kepri ARYANDI bersama Bidang Budaya GERAM, Deni Jebat, didampingi Yudi, salah seorang anggota organisasi, dengan Kolonel Marinir Achmad Yulianto, M.Tr.Opsla., selaku Kadister Koarmada I. Pertemuan berlangsung di ruang Kadister Koarmada I, Jumat (16/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Achmad Yulianto menegaskan pentingnya peran generasi penerus dalam menjaga keaslian serta melestarikan warisan budaya bangsa, termasuk penggunaan tanjak yang menjadi bagian dari identitas Melayu.

“Dengan semangat yang membara untuk melestarikan budaya bangsa dan menjaga keaslian salah satu warisan sejarah Nusantara, mari kita bersama-sama melestarikan dan mengajarkan kepada generasi penerus tentang penggunaan tanjak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari kesadaran generasi muda agar adat dan kearifan lokal tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk meluruskan pemahaman sekaligus menjaga kelestarian budaya tanjak, terutama di tanah Melayu, agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Generasi penerus berkewajiban meluruskan dan melestarikan budaya tanjak agar tidak luntur dan hilang terkikis oleh budaya modern yang terkadang tidak sejalan dengan kearifan lokal Nusantara. Hidup Melayu, hidup tanjak, dan hidup NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum GERAM Kepri ARYANDI menyampaikan bahwa masyarakat Melayu, khususnya generasi muda, harus memiliki kebanggaan terhadap budaya sendiri dan tidak malu memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Sebagai generasi penerus Melayu, menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan juga mempertahankan identitas, nilai-nilai luhur, serta jati diri masyarakat Melayu di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap GERAM Kepri dapat menjalin kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau maupun Dinas Kebudayaan Kota Tanjungpinang untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam pelestarian budaya Melayu.

Salah satu gagasan yang diusulkan adalah program “Jumat Bertanjak”, yakni gerakan mengenakan tanjak pada hari Jumat sebagai bentuk pengenalan, edukasi, dan upaya membangun kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu.

Melalui program tersebut, GERAM Kepri berharap penggunaan tanjak tidak hanya dikenal dalam kegiatan adat atau acara seremonial, tetapi juga semakin akrab di lingkungan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Bidang Budaya GERAM Kepri, Deni Jebat, turut memaparkan filosofi, adab, serta adat istiadat dalam pemakaian tanjak warisan Melayu. Sejumlah jenis tanjak diperkenalkan dan diperagakan, di antaranya Takur Tukang Besi, Nakhoda Trong, Mahkota Alam, Anjudan Bingas, Anderiguru Selebu, Bugis Tak Balik dan Cogan Daun Kopi.

Selain memperkenalkan berbagai jenis tanjak, Deni Jebat juga memperagakan cara mengikat kain samping beserta nama dan makna dari setiap ikatan. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman bahwa busana tradisional Melayu memiliki aturan, filosofi, dan nilai adat yang perlu dipelajari secara benar.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara GERAM Kepri dan berbagai pihak dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.

GERAM Kepri berharap pelestarian tanjak dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, kegiatan kebudayaan, dan keterlibatan generasi muda, sehingga warisan leluhur tersebut tetap terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat Melayu serta bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini