Anambas, mandalapos.co.id – Pemerintah desa Teluk Siantan Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten kepulauan Anambas, Selasa ( 7/6/2026 ). Menggelar Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dengan melibatkan masyarakat dan berbagai unsur kelembagaan desa. Dalam musyawarah tersebut, sejumlah usulan pembangunan yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya kembali menjadi prioritas untuk diusulkan.
Kepala Desa Teluk Siantan Ismaya lokadi, menjelaskan, pembahasan RKPDes 2027 lebih banyak menindaklanjuti usulan masyarakat yang telah diajukan sejak RKPDes 2025 namun belum dapat direalisasikan pada 2026 karena keterbatasan anggaran.
“Usulan-usulan yang belum terlaksana tetap kita lanjutkan pada RKPDes Tahun 2027. Kita berharap kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dan dapat direalisasikan ketika kondisi anggaran sudah lebih baik,” ujarnya.
Beberapa program yang menjadi prioritas di antaranya penguatan sektor kesehatan melalui inovasi Posyandu, rehabilitasi gedung PAUD, serta pelebaran jalan desa guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Pemerintah desa berharap seluruh masyarakat tetap mendukung proses perencanaan pembangunan dengan terus menyampaikan aspirasi serta menjaga semangat kebersamaan.
“Kita tetap berusaha memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Di samping ikhtiar, tentu kita juga berharap dan berdoa agar kondisi keuangan pemerintah pada tahun 2027 semakin membaik sehingga usulan-usulan tersebut dapat direalisasikan,” katanya.
Selain mengandalkan anggaran desa, pemerintah desa juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten melalui program pembangunan maupun pokok-pokok pikiran (pokir) agar kebutuhan masyarakat yang belum mampu dibiayai oleh APBDes dapat memperoleh bantuan pendanaan.
“Harapan kami, pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan di desa, terutama untuk usulan-usulan yang sudah beberapa tahun belum terealisasi,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa mengimbau masyarakat agar tidak berkecil hati apabila sebagian usulan belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi fiskal pemerintah pusat, daerah, hingga desa masih menjadi faktor yang memengaruhi pelaksanaan pembangunan.
Ia optimistis, apabila kondisi perekonomian terus membaik, maka pembangunan desa akan berjalan lebih maksimal, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui berbagai proyek pembangunan, sekaligus mewujudkan visi pembangunan desa secara bertahap.
“Harapan kami, masyarakat tetap bersabar dan terus mendukung pembangunan desa. Semoga kondisi ekonomi semakin baik sehingga apa yang telah kita rencanakan bersama dapat direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.*
*YAHYA



















