ANAMBAS, mandalapos.co.id – Kondisi ruas Jalan Gunung Kahwa–Pasir Panjang di Desa Telaga, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali menjadi sorotan. Kerusakan yang terjadi di sepanjang jalan tersebut dinilai membahayakan pengguna, terutama anak-anak yang setiap hari melintas untuk berangkat ke sekolah.
Kepala Desa Telaga, Syawaludin, mengatakan jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer itu merupakan akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas, termasuk sekolah. Namun hingga kini, jalan tersebut belum juga mendapat penanganan meski telah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kasihan anak-anak sekolah. Jalan ini sudah tidak layak dilewati. Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera memperbaikinya agar anak-anak bisa berangkat ke sekolah dengan aman,” kata Syawaludin saat ditemui, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan semakin parah ketika musim hujan. Permukaan jalan yang berlubang dan licin kerap menyebabkan pengendara, termasuk pelajar, terjatuh saat melintas.
Ia menjelaskan, sejak jalur transportasi laut tidak lagi beroperasi, masyarakat Desa Telaga sepenuhnya bergantung pada akses darat tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Syawaludin mengungkapkan, jalan itu telah dibuka sejak wilayah Anambas masih menjadi bagian dari Kabupaten Natuna. Setelah Kabupaten Kepulauan Anambas terbentuk, pemerintah daerah sempat melakukan semenisasi. Namun seiring waktu, kondisi jalan mengalami kerusakan dan hingga kini belum mendapat perbaikan menyeluruh.
Usulan rehabilitasi, lanjutnya, sudah berkali-kali disampaikan melalui Musrenbang tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten sejak 2019. Namun, sampai sekarang belum masuk dalam program pembangunan.
Karena tidak memiliki kewenangan memperbaiki aset milik pemerintah kabupaten menggunakan Dana Desa, warga akhirnya bergotong royong menutup lubang-lubang jalan dengan semen dan tanah hasil swadaya.
“Kami tidak berani menggunakan Dana Desa karena status jalan ini merupakan aset pemerintah kabupaten. Yang bisa kami lakukan hanya bergotong royong mengumpulkan dana dari masyarakat untuk menambal jalan agar masih bisa dilewati,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat menjadikan perbaikan ruas Jalan Gunung Kahwa–Pasir Panjang sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Menurut Syawaludin, perbaikan jalan tersebut tidak hanya akan meningkatkan konektivitas masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi anak-anak yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan mereka demi menempuh pendidikan. *
*YAHYA




















