Anambas, mandalapos.co.id — Biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu pada Turnamen Domino dalam rangka Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi sorotan salah seorang peserta. Selain mempertanyakan besaran tarif, peserta juga menilai mekanisme pembukaan kembali pendaftaran tidak disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Mizan Arjo, peserta asal Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, mengatakan dirinya mendukung penuh penyelenggaraan turnamen sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, ia mempertanyakan proses pendaftaran yang menurutnya tidak berjalan sesuai informasi awal dari panitia.
“Kalau untuk turnamen dalam rangka ulang tahun Anambas, saya pribadi sangat setuju. Tapi yang saya pertanyakan mekanisme pendaftarannya. Pengumumannya sampai tanggal 16 sudah ditutup, kok dibuka lagi tanpa ada pengumuman,” kata Mizan, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, pembukaan kembali pendaftaran bukan menjadi persoalan selama disampaikan secara terbuka kepada seluruh calon peserta. Dengan begitu, masyarakat memperoleh informasi yang sama dan tidak muncul pertanyaan mengenai proses penyelenggaraan.
Mizan menegaskan biaya pendaftaran Rp100 ribu bukan menjadi masalah utama baginya. Ia bahkan mengaku tidak keberatan apabila nominal tersebut lebih besar. Meski demikian, ia berharap panitia menjelaskan dasar penetapan biaya karena kegiatan tersebut menggunakan nama Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Kalau Rp100 ribu sebenarnya tidak berat bagi saya. Bahkan kalau atas nama pribadi, Rp200 ribu atau Rp300 ribu pun saya setuju. Yang saya pertanyakan karena kegiatan ini membawa nama ulang tahun Kabupaten Anambas,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, panitia penyelenggara maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pembukaan kembali pendaftaran, dasar penetapan biaya pendaftaran Rp100 ribu, maupun sumber pendanaan hadiah turnamen.*
*YAHYA



















