Star Energy dan Koperasi Bintang Anambas Terus Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lewat Program CSR

Anambas, mandalapos.co.id – Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui Koperasi Bintang Anambas terus menjadi bagian dari komitmen program tanggung jawab sosial (CSR) Star Energy dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Perwakilan Star Energy, Agus, saat di wawancara awak Media Mandalapos, Kamis ( 9/7/2026 ) menjelaskan Koperasi Bintang Anambas didirikan pada tahun 2007 sebagai wadah penyaluran program-program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, koperasi tersebut bukan dibentuk untuk kepentingan perusahaan, melainkan sebagai jembatan agar bantuan CSR dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat.

“Semua program yang diberikan sifatnya hibah. Setelah diserahkan kepada masyarakat, sepenuhnya menjadi hak masyarakat untuk mengelola. Perusahaan tidak mengambil kembali bantuan tersebut,” ujarnya.

Sejak berdiri, berbagai program telah dijalankan, mulai dari pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), bantuan usaha ekonomi produktif, hingga pengembangan sektor perikanan dan pertanian di sejumlah desa.

Salah satu program yang dinilai berhasil adalah bantuan 1,5 unit bagan penangkapan cumi di Desa Air Bini yang mulai diberikan pada tahun 2012. Bantuan tersebut masih dimanfaatkan masyarakat hingga kini meskipun telah beberapa kali dilakukan perbaikan secara swadaya.

Selain Desa Air Bini, program juga pernah dijalankan di Dusun Butun melalui pengembangan ayam kampung, Teluk Durian, serta beberapa wilayah lainnya dengan menyesuaikan potensi ekonomi masing-masing desa.

Agus menjelaskan tidak semua program berjalan mulus. Beberapa di antaranya mengalami kendala karena konflik internal kelompok maupun kurangnya keberlanjutan pengelolaan.

“Program ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil. Namun itu bukan berarti gagal. Semua menjadi proses pembelajaran agar program berikutnya lebih tepat sasaran,” katanya.

Ia menambahkan, ketika sebuah program telah dinilai mandiri, perusahaan akan menjalankan exit program, yakni menarik diri secara bertahap dan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Koperasi Bintang Anambas, Roni, menjelaskan sejak kepengurusan baru pada 2022 pihaknya fokus melakukan pembenahan tata kelola koperasi agar lebih sehat dan profesional sesuai ketentuan Dinas Koperasi.

Saat ini koperasi mengelola beberapa unit usaha, di antaranya kedai kopi, apotek, dan percetakan, sekaligus menjadi tempat pemasaran berbagai produk UMKM lokal seperti kerupuk atom, madu, serta gula aren.

Menurutnya, koperasi tidak mengambil keuntungan dari penjualan produk UMKM masyarakat.

“Kami hanya menjadi wadah pemasaran. Tujuannya agar produk masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Ke depan, Star Energy bersama Koperasi Bintang Anambas akan terus melakukan asesmen terhadap berbagai potensi ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan kelompok petani gula aren di sejumlah wilayah seperti Kute Siantan , Siantan Tengah, Siantan dan Palmatak.

Agus menegaskan selama perusahaan masih beroperasi di Anambas, program pemberdayaan masyarakat akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan perusahaan.

“Kami ingin meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi masyarakat Anambas. Itulah tujuan utama program-program CSR yang kami jalankan,” tutupnya.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini