Sekda dan Forkopimda Purwakarta Ikuti Rakor Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Jabar

Mandalapos.co.id, Purwakarta – Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana, bersama unsur Forkopimda dan Satgas Covid-19 Purwakarta, mengikuti Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah Provinsi Jawa Barat secara virtual, bertempat di Aula Janaka, Senin (31/1).

Rakor yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, membahas perkembangan penanganan covid-19 varian omicron, update status PPKM level 1 dan 2, dan update dalam pemulihan ekonomi.

Sekretaris Derah Jabar Setiawan Wangsaatmaja, memaparkan  perkembangan covid-19 kasus aktif di Jawa Barat sebesar 1,91 persen, tingkat kesembuhan 96,05 persen, tingkat kematian 2,04 persen, Angkat RT 0,68 persen, serta BOR 15,81 persen.

“Cakupan vaksinasi Jawa Barat hingga 30 Januari 2022, untuk umum dosis 1 telah mencapai 86,98 persen dan dosis 2 mencapai 58,15 persen, untuk lansia dosis 1 mencapai 77,75 persen dan dosis 2 mencapai 48,33 persen, sedangkan untuk vaksinasi anak dosis 1 mencapai 84,26% dan dosis 2 mencapai 11,30 persen. Level assesment kabupaten/kota di Jawa Barat 10 Daerah level 1 dan 17 Daerah level 2,” papar Setiawan.

Dirinya juga memprediksi, Covid-19 di Jawa Barat ada kenaikan pada tanggal 13 Februari 2022. Dirinya berharap seluruh kabupaten/kota jika telah menyiagakan rumah sakit daerah atau rujukan, ketika terjadi peningkatan kasus.

Lanjut dipaparkan Setiawan, untuk perkembangan ekonomi di Jabar saat ini Sektor Industri Pengolahan adalah sektor dengan nilai tertinggi di Jawa Barat dengan kenaikan 28,81 persen dari nilai ekspor tahun 2020. Demikian secara umum kenaikan ekspor Jawa Barat di tahun 2021 mengalami kenaikan 28,37 persen dari ekspor di tahun 2020.

Dalam Rakor ini juga diberikan Arahan agar Prokes 3M terus ditegakan untuk meminimalkan penyebaran covid-19, vaksinasi khususnya umum, lansia, dan anak dosis 2 terus diakselerasi agar diatas 70%. Fasilitas kesehatan disetiap kabupaten/kota agar disiapkan dan isolasi terspusat agar diaktifkan untuk mengantisipasi kenaikan pasien covid-19. ***Moch Indrawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini