
Natuna, mandalapos.co.id – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin mendorong masyarakat dan seluruh unsur terkait di Kabupaten Natuna untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Asep, keamanan di Natuna tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait dan masyarakat. Hal itu penting mengingat Natuna merupakan wilayah kepulauan terluar yang memiliki jarak relatif jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota negara.
Pesan tersebut disampaikan Asep saat melakukan kunjungan kerja ke Natuna bersama Wakil Gubernur Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri dan jajaran Forkopimda Natuna, Kamis (1/10/2026). Pernyataan itu disampaikan setelah kegiatan Indonesia Asri di Pantai Piwang, Ranai.
Asep mengatakan, berdasarkan laporan Kapolres Natuna, situasi kamtibmas di Natuna saat ini masih terkendali. Meski terdapat sejumlah tindak kriminalitas, jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait masih dapat melakukan penanganan.
“Situasi kamtibmas Natuna sangat produktif. Bukan berarti tidak ada kriminalitas, ada kriminalitas, namun masih dalam kondisi terkendali. Tidak ada yang menonjol,” ujar Asep.
Ia menyebut sejumlah perkara, baik kejahatan konvensional maupun bentuk gangguan lainnya, dapat diselesaikan oleh jajaran kepolisian melalui kerja sama dengan stakeholder yang ada.
Karena itu, Asep meminta masyarakat terus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di daerah.
“Saya berharap dan mohon dukungannya dari seluruh masyarakat pulau terluar. Jarak tempuhnya cukup jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota negara. Oleh karena itu, jaga betul keamanan, jaga betul kekompakannya, jaga betul kebersamaannya,” katanya.
Kolaborasi Hadapi Karhutla
Asep juga mencontohkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai salah satu persoalan yang membutuhkan keterlibatan bersama, terutama di tengah musim kemarau.
Ia meminta masyarakat, pemerintah daerah, TNI dan Polri meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran tidak meluas seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain di Sumatera dan Kalimantan.
“Bulan-bulan ini kita tahu ada satu kerawanan di musim kemarau ini, yaitu kebakaran hutan dan lahan. Itu harus bahu-membahu, masyarakat, pemerintah, TNI, kami dari Polri,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolres Natuna, terdapat beberapa titik api di wilayah Natuna. Namun, titik-titik tersebut dapat ditangani melalui kerja sama pemerintah daerah, TNI dan Polri.
Asep juga menyampaikan bahwa terdapat satu kasus dugaan pembakaran yang telah ditangani. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja karena dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
“Di sini betul-betul saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga di saat kita kemarau ini, tidak sampai terjadi kebakaran lahan maupun hutan, apalagi sampai disengaja. Karena apabila disengaja maka ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi,” tegasnya.
Menurut Asep, penanganan gangguan keamanan maupun potensi bencana akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, ia meminta semangat gotong royong antara masyarakat, pemerintah dan aparat terus dipertahankan.
“Kita harus sama-sama bergotong royong, pemerintah maupun masyarakat,” katanya.
Asep berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga Natuna tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif serta mampu berkembang sebagai kabupaten yang maju.
“Mari kita sama-sama menjadikan Natuna ini menjadi satu kabupaten yang luar biasa, yang hebat, yang siap menjadi kabupaten yang maju nantinya,” pungkasnya.
Kegiatan Indonesia Asri di Pantai Piwang turut melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat Kabupaten Natuna.
*ALFIAN



















