
Natuna, mandalapos.co.id — Semangat berwirausaha mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Natuna mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, S.E. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan memesan sebanyak 100 buah gantungan kunci hasil kerajinan tangan Lidiya, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Natuna.
Pemesanan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas dan usaha mahasiswa, khususnya generasi muda Natuna yang mulai membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Jarmin mengaku bangga melihat mahasiswa yang memiliki semangat untuk berkarya dan berwirausaha di usia muda. Menurutnya, karya-karya anak muda perlu mendapatkan dukungan agar dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat.
“Saya sangat menghargai semangat mahasiswa yang mau berwirausaha dan menghasilkan karya sendiri. Karena itu, saya memesan dalam jumlah cukup banyak. Nantinya gantungan kunci ini akan saya bagikan kepada masyarakat sebagai buah tangan ketika turun ke lapangan, sekaligus ikut memperkenalkan karya mahasiswa IAI Natuna,” ujar Jarmin di Ranai, Kamis (10/9/2026).
Gantungan kunci buatan Lidiya tersebut merupakan produk kerajinan tangan yang dijual dengan harga sekitar Rp15.000 per buah. Dengan pemesanan sebanyak 100 buah, pesanan Wakil Bupati Natuna itu menjadi salah satu pesanan terbesar yang diterima Lidiya sejak menjalankan usahanya.
Lidiya mengaku senang dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan Wakil Bupati Natuna. Baginya, pesanan tersebut bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan usahanya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Natuna yang sudah mendukung karya saya dan memesan 100 gantungan kunci. Beliau menjadi pelanggan pertama yang membeli dalam jumlah sebanyak ini. Dukungan tersebut tentu membuat saya semakin semangat untuk berkarya dan mengembangkan usaha,” kata Lidiya.
Ia berharap dukungan terhadap usaha mahasiswa tidak hanya berhenti pada produk yang dirintisnya. Menurutnya, masih banyak mahasiswa dan generasi muda Natuna yang memiliki kreativitas serta potensi usaha yang dapat berkembang apabila diberikan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka.
“Saya berharap ke depan bisa ada lebih banyak kolaborasi antara pemerintah daerah dengan usaha-usaha yang dijalankan mahasiswa maupun anak muda Natuna. Bukan hanya gantungan kunci, tetapi berbagai karya dan produk lokal lainnya. Yang terpenting, karya anak Natuna bisa terus berkembang dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Lidiya juga membuka peluang kerja sama bagi masyarakat, instansi, maupun berbagai pihak yang membutuhkan produk gantungan kunci untuk kegiatan, cenderamata, atau kebutuhan lainnya.
Penyerahan pesanan sebanyak 100 gantungan kunci tersebut dilakukan di ruang kerja Wakil Bupati Natuna dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Dukungan terhadap produk mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Natuna lainnya untuk tidak ragu memulai usaha, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi.
*Zubadri




















