Buton Tengah, Mandalapos.co.id – Darurat pembangunan infrastruktur jalan kembali bergema di Kabupaten Buton Tengah. Jalan rusak poros Desa Oengkolaki – Mawasangka, Kecamatan Mawasangka, kembali memakan korban. Dikutip dari informasi masyarakat melalui akun Deni Lim (Fecebook), seorang siswa SMA mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) saat mengendarai sepeda motor sepulang sekolah akibat terperosok ke dalam lubang jalan yang rusak parah, pada Senin (31/8/2026) siang.
Peristiwa yang menimpa pelajar tersebut menambah daftar panjang korban atas pembiaran terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang telah bertahun-tahun rusak parah yang sampai saat ini belum ada solusi perbaikan dari pemerintah setempat.
Kondisi jalur ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik para pengendara, tetapi juga merenggut kesehatan masyarakat sekitar secara perlahan. Pasalnya, kerusakan jalan poros tak sampai satu kilometer ini sebagian besar lapisan aspal telah hilang total dan hanya menyisakan permukaan tanah kapur putih berlubang.
Saat ini warga yang tinggal di area jalan rusak tersebut secara swadaya meletakkan bebatuan di badan jalan agar pengendara motor maupun mobil melaju pelan demi mengurangi kepulan debu jalanan. Setiap kendaraan yang melintas memicu kabut debu pekat yang tak terhindarkan, memaksa pengendara dan warga menghirup udara kotor yang berpotensi kuat memicu gangguan saluran pernapasan akut (ISPA).
Ancaman bahaya makin berlipat ganda ketika hari mulai gelap. Jalan rusak berlubang di Desa Oengkolaki ini sama sekali tidak dilengkapi lampu penerangan jalan umum (PJU), sehingga suasana malam hari sangat gelap. Kondisi tanpa penerangan ini sangat membahayakan pengguna jalan yang harus bermanuver di antara lubang dalam serta tumpukan batuan yang berserakan di sepanjang pinggiran jalan.
Saat ini warga menantikan solusi cepat dari pemerintah, apakah perbaikan jalan rusak ini harus menunggu proses pembangunan formal yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, atau ada langkah darurat yang cepat untuk menyelamatkan warga sekitar dan pengguna jalan dari ancaman kecelakaan fatal serta paparan debu beracun.
Solusi cepat pemerintah atas keresahan warga terkait infrastruktur jalan rusak di sejumlah titik di Kabupaten Buton Tengah
Keterangan resmi yang dikutip dari media sosial Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menegaskan komitmennya untuk membenahi sejumlah ruas jalan kritis pada tahun anggaran 2026. Pemerintah mengonfirmasi bahwa penanganan infrastruktur jalan di wilayah Mawasangka dan sekitarnya menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, baik melalui dukungan pemerintah pusat maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Informasi ini disampaikan langsung Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari. Ia menyampaikan bahwa dari lima ruas jalan yang diusulkan ke pemerintah pusat, tiga ruas telah resmi disetujui untuk diperbaiki melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Ketiga ruas tersebut meliputi jalan di Sekolah Rakyat, jalan dari depan Polsek menuju perbatasan Muna, serta jalan di wilayah Lowu-Lowu.
Selain mengandalkan dana pusat, Pemkab Buton Tengah juga mengucurkan anggaran daerah untuk mengakselerasi perbaikan titik-titik rawan. Salah satu proyek yang disiapkan adalah pengaspalan ruas jalan Poros Mawasangka-Wasilomata sepanjang 1,7 kilometer dengan alokasi anggaran mencapai Rp4,7 miliar.
“Selain tiga ruas yang ditangani melalui IJD, kami juga menyiapkan pembiayaan APBD untuk mempercepat perbaikan jalan di beberapa wilayah,” ujar Bupati Azhari saat memberikan sambutan dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan di Pantai Sausmangka, Minggu (30/8/2026)
Tak hanya itu, Pemkab Buton Tengah menjadwalkan pengerjaan perbaikan ruas jalan menuju Kaliwuliwuto, Kancebungi, hingga Watorumbe yang akan dimulai pada Oktober 2026 mendatang. Proyek tersebut disokong anggaran APBD senilai Rp2,5 hingga Rp2,7 miliar.
Bupati Azhari tidak menampik adanya keterbatasan fiskal daerah dalam menuntaskan seluruh kerusakan jalan skala besar yang membentang puluhan kilometer secara serentak. Oleh karena itu, koordinasi intensif dengan pemerintah pusat terus dilakukan guna memuluskan bantuan pembiayaan infrastruktur yang lebih luas.
Langkah percepatan infrastruktur ini diharapkan dapat menjawab keresahan warga, khususnya para pengguna jalan di Kecamatan Mawasangka yang selama ini bertaruh keselamatan melintasi jalan berlubang, berdebu, dan minim penerangan.
Laporan : Ahmad Subarjo





















