Karimun, mandalapos.co.id – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, meresmikan Jembatan Tok Kenot yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Senin (27/4). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam membuka keterisolasian wilayah serta memperkuat konektivitas masyarakat Pulau Belat yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
Jembatan Tok Kenot kini hadir sebagai infrastruktur strategis yang berperan sebagai urat nadi baru, mendorong mobilitas warga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
“Hari ini kami meninjau sekaligus meresmikan penggunaan Jembatan Tok Kenot. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan. Kini akses darat sudah tersedia,” ujar Bupati.
Pemkab Siapkan Rp2 Miliar untuk Akses Jalan Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Karimun tidak berhenti pada pembangunan jembatan. Untuk memaksimalkan fungsi konektivitas, Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera membangun jalan penghubung dari ujung jembatan menuju jalan poros Sungai Asam.
Adapun rencana tersebut meliputi:
- Alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar pada tahun berjalan
- Saat ini dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan
- Pembangunan fisik akan segera dilaksanakan setelah tahapan perencanaan dan administrasi rampung
Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Sosial Masyarakat
Kehadiran jembatan ini membawa perubahan signifikan, khususnya bagi pelajar dan masyarakat. Nurfala Akegaralian, siswi kelas IX SMP setempat, mengungkapkan bahwa akses pendidikan kini menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Sebelumnya, pelajar harus menyeberang untuk melanjutkan pendidikan ke SMA 2 Kundur dengan biaya transportasi yang cukup tinggi. Kini, mereka memiliki alternatif lebih efisien dengan akses darat menuju SMA 1 Belat menggunakan kendaraan roda dua.
Selain itu, jembatan ini juga:
- Mempermudah interaksi sosial antarwarga di Pulau Belat, seperti Sungai Asam, Sebele, dan Penarah
- Menggantikan ketergantungan pada transportasi laut seperti sampan dan pompong
- Mendukung mobilisasi masyarakat dalam kegiatan tahunan, seperti lomba Pramuka dan gerak jalan
Simbol Kebangkitan dari Keterisolasian
Kepala Desa Sungai Asam, Marsudi S.Pd, menegaskan bahwa Jembatan Tok Kenot bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol perubahan besar bagi masyarakat.
“Dulu, transportasi utama hanya melalui jalur laut. Kondisi desa sangat terbatas, bahkan belum memiliki akses listrik yang memadai. Perubahan hari ini menjadi bukti perjuangan panjang masyarakat dan pemerintah dalam membangun desa ke arah yang lebih maju,” ujarnya.
Dengan terbangunnya jembatan serta rencana pengembangan akses jalan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Belat akan semakin signifikan.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Anggota DPRD Karimun Arbai, jajaran Kepala Dinas terkait dari PUPR dan Diskominfostaper, Camat Belat, serta Kepala Desa Sungai Asam dan Kepala Desa Tebias.*
*ALNOVYAN





















