Karimun, Mandalapos.co.id – Bupati Karimun, H. Ing. Iskandarsyah, mengambil peran strategis di tingkat pusat dengan mendorong penguatan kelembagaan Badan Pengusahaan (BP) Karimun guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Langkah tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta, yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Elen Setiadi.
Dalam forum tersebut, Iskandarsyah menegaskan bahwa daerah harus bertransformasi dari sekadar objek pembangunan menjadi subjek aktif yang mampu menciptakan terobosan, terutama dalam membangun iklim investasi yang kondusif di kawasan strategis seperti Karimun.
“BP Karimun harus diperkuat secara kelembagaan agar mampu menjadi lokomotif investasi. Ini bukan hanya untuk kepentingan daerah, tetapi kontribusi nyata Karimun terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Dorongan ini selaras dengan target ambisius yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Deputi Elen Setiadi menekankan pentingnya penguatan kawasan strategis, termasuk Karimun, sebagai bagian dari upaya mendorong investasi, penguatan sektor energi, serta pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.
“Kemenko Perekonomian terus mendorong sinergi pusat dan daerah, termasuk melalui penyempurnaan kelembagaan BP Karimun, agar mampu menjadi motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Karimun mencapai Rp21,01 triliun. Mayoritas investasi tersebut terkonsentrasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun, dengan total nilai investasi diperkirakan menyentuh Rp22 triliun.
Dalam skala kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK), realisasi investasi Karimun juga tercatat mencapai sekitar USD 1,32 miliar pada 2025, memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu simpul penting dalam peta investasi regional.
Kehadiran Bupati Karimun dalam forum tingkat kementerian tersebut menegaskan posisi strategis Kabupaten Karimun sebagai kawasan perbatasan yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus berpotensi menjadi gerbang investasi internasional.
Dengan penguatan BP Karimun, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis mampu meningkatkan arus investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun regional.
“Karimun harus menjadi kawasan yang memberikan kepastian, kemudahan, dan kepercayaan bagi investor. Dengan begitu, kita tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga turut menopang target pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Bupati.
*ALNOVYAN




















