Anambas, mandalapos.co.id — Biasanya membawa kamera, alat perekam dan catatan untuk meliput berbagai peristiwa. Namun, Kamis (1/10/2026), sejumlah awak media di Kabupaten Kepulauan Anambas justru turun langsung ke lumpur Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur.
Bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Dekranasda, para jurnalis ikut menanam sebanyak 150 batang bibit mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, yang menilai keterlibatan insan pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
“Luar biasa. Saya sangat terharu dan bangga. Kawan-kawan media di pulau terluar ini tidak hanya mendukung kegiatan pemerintah lewat pemberitaan, tapi hari ini membuktikan dengan aksi nyata ikut menanam 150 mangrove bersama kami. Ini adalah bukti bahwa wartawan di Anambas mencintai daerahnya, bukan hanya meliput tapi ikut merawat,” ujar Aneng.
Menurutnya, keberadaan media juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki kawasan pesisir cukup luas.
“Pantai Senggalong ini adalah wajah Anambas. Kalau abrasi terus, kita yang rugi. Apa yang dilakukan teman-teman media hari ini adalah investasi besar untuk anak cucu. Saya dan Dekranasda sangat apresiasi,” tegasnya.
Bupati berharap kegiatan kolaboratif semacam itu tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk menjaga kawasan pesisir dan lingkungan di Kepulauan Anambas.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas turut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan awak media dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan potensi lingkungan dan ekowisata Anambas kepada masyarakat luas.
“Media adalah partner kami. Hari ini mereka menanam mangrove, besok mereka yang akan menceritakan kepada dunia bahwa di Temburun ada surga mangrove hasil tanam bersama. Kolaborasi seperti ini yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan awak media menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat Anambas.
“Kami senang dilibatkan. Kami tidak hanya ingin dikenal sebagai tukang kritik, tapi juga bagian dari solusi,” ujarnya.
Penanaman mangrove kemudian dilanjutkan dengan kegiatan simbolis yang melibatkan Bupati Aneng, Ketua Dekranasda dan perwakilan awak media.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama di kawasan Pantai Senggalong, yang menjadi salah satu kawasan pesisir dengan potensi lingkungan dan ekowisata di Kabupaten Kepulauan Anambas.*
*YAHYA



















