Anambas, mandalapos.co.id — Bantuan perlengkapan sekolah yang diserahkan Bupati Kepulauan Anambas Aneng kepada siswa SMP Negeri 2 Siantan mendapat apresiasi dari komite sekolah dan orang tua murid. Namun di balik apresiasi tersebut, komite juga menyampaikan persoalan serius terkait keterbatasan tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Siantan.
Hal itu disampaikan Ketua Komite SMP Negeri 2 Siantan dalam kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa tahun ajaran 2026, Senin (28/9/2026), di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam sambutannya, Ketua Komite SMP Negeri 2 Siantan, Saripan ,menyampaikan terima kasih kepada Bupati Anambas karena program bantuan tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua murid, terutama keluarga yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
“Kami mewakili orang tua murid mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati. Program ini tentu sangat membantu, terutama bagi keluarga yang mungkin agak kesulitan dengan kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.
Ia berharap program bantuan perlengkapan sekolah tersebut tidak berhenti pada satu periode pelaksanaan saja, tetapi dapat terus berlanjut dan berkesinambungan.
“Kami berharap program ini tetap berkelanjutan sampai berakhir masa jabatan kepala daerah sekarang ini,” katanya.
Namun, dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite menyampaikan persoalan lain yang dinilai membutuhkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, yakni kekurangan tenaga ke pendidikan di SMP Negeri 2 Siantan.
Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan kebutuhan penambahan tenaga ke pendidikan kepada Dinas Pendidikan. Kondisi tersebut semakin terasa setelah adanya penerapan sistem PPPK yang membuat sejumlah tenaga pendidik mencari peluang di tempat lain karena tidak adanya kepastian formasi.
“Jadi mohon menjadi atensi. Dengan jumlah murid sekitar 280 orang, sementara tenaga ke pendidikan yang ada sekarang sekitar empat orang, ini memang sangat berat. Idealnya sekitar tujuh atau delapan orang,” tegasnya.
Ia meminta persoalan tersebut tidak dianggap sebagai persoalan internal sekolah semata. Sebab, menurutnya, kekurangan tenaga pendidik dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan proses pembelajaran dan prestasi sekolah.
Terlebih, SMP Negeri 2 Siantan disebut sebagai salah satu sekolah yang telah memberikan kontribusi terhadap prestasi pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas.
“SMP 2 ini salah satu sekolah yang banyak mengharumkan nama Kabupaten Anambas. Ini tidak bisa kita pungkiri dan tidak bisa kita abaikan,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan guru dan peserta didik berprestasi di sekolah tersebut merupakan potensi yang harus mendapatkan dukungan pemerintah.
Karena itu, ia meminta Bupati Aneng memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga ke pendidikan di SMP Negeri 2 Siantan agar prestasi yang selama ini ditorehkan sekolah tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan.
“Harus kita dukung agar prestasi-prestasi yang memang lahir dari SMP 2 dapat terus dipertahankan,” pungkasnya.
Persoalan tersebut kini menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, mengingat kebutuhan tenaga ke pendidikan berkaitan langsung dengan pelayanan pendidikan bagi ratusan peserta didik di SMP Negeri 2 Siantan.
*YAHYA




















