Anambas, mandalapos.co.id – Pemerintah Desa Telaga, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Telaga, Syawaludin, serta dihadiri kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, tenaga kesehatan dari puskesmas, tokoh masyarakat, dan unsur terkait.
Rembuk Stunting menjadi forum untuk menyusun langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting di Desa Telaga melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Telaga Syawaludin menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan desa pada tahun 2026.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus. Melalui rembuk ini kita menyatukan komitmen agar seluruh program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Telaga menyepakati lima program prioritas, yakni:
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi selama 90 hari bagi balita yang teridentifikasi stunting guna memperbaiki status gizi dan mendukung tumbuh kembang anak.
- Peningkatan kapasitas kader KPM dan Posyandu melalui pelatihan mengenai pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, serta pengelolaan data kesehatan.
- Penyediaan makanan tambahan harian bagi bayi dan balita sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.
- Pengadaan perlengkapan Posyandu dan Posyandu Lansia, termasuk penambahan sarana penunjang pelayanan kesehatan di tingkat desa.
- Pemberian vitamin dan tablet tambah darah bagi ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Syawaludin menambahkan, keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa saja, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah desa telah menyiapkan anggaran dan program. Kini yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak bersama-sama mengawal pelaksanaannya. Kami juga mengajak para orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu agar pertumbuhan mereka dapat dipantau secara berkala,” katanya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Desa Telaga, kader Posyandu, kader KPM, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan generasi Desa Telaga yang sehat, bebas stunting, dan berkualitas.*
*YAHYA



















