Natuna, mandalapos.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna tengah menjadi sorotan. Pasalnya, dari sekitar 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, baru tiga dapur yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Padahal, sertifikat tersebut merupakan syarat penting untuk menjamin keamanan pangan, mencegah risiko keracunan, serta memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak memenuhi standar kebersihan dan gizi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah menegaskan, tidak ada alasan bagi pengelola dapur untuk menunda pengurusan SLHS. Menurutnya, pemerintah daerah bahkan telah menggratiskan seluruh proses pengurusan, termasuk pelatihan bagi penjamah makanan.
“SLHS adalah bukti bahwa dapur tersebut telah memenuhi syarat kesehatan dan layak beroperasi,” ujar Hikmat saat dihubungi mandalapos.co.id, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai, kepemilikan SLHS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk perlindungan terhadap kesehatan anak-anak penerima manfaat Program MBG.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG di Indonesia. Surat edaran tersebut ditujukan kepada dinas kesehatan daerah hingga pengelola dapur MBG.
Pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan menegaskan tidak ada toleransi bagi dapur yang belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program MBG.
“Kami tidak ingin ada kompromi terhadap kebersihan dan keamanan makanan anak-anak Indonesia. SPPG yang tidak laik higienis tidak boleh beroperasi sebelum memiliki sertifikat resmi,” tegas Khairul Hidayati dalam keterangan resminya.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan kepatuhan pengelola dapur MBG di daerah. Mengingat program tersebut menyasar ribuan pelajar, aspek kebersihan dan keamanan pangan dinilai tidak boleh diabaikan.*
*ALFIAN



















