Kepala SPPG Air Asuk Minta Maaf, Janji Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Anambas, Mandalapos.co.id – Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, membuat public geger.

Sebanyak sekitar 158 siswa sempat terdampak, namun kini kondisi mereka berangsur membaik, dan sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski begitu, penyebab pasti kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diambil dan saat ini menunggu hasil uji laboratorium.

Kepala SPPG Air Asuk, Jaya Saputra, menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan siswa atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan langsung melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami memohon maaf kepada orang tua dan siswa. Ke depan kami akan lebih hati-hati, terutama dalam proses produksi dan distribusi makanan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pihak penyedia makanan bersama tim terkait mulai menyiapkan sejumlah pembenahan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Memperketat SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pengolahan makanan
  • Meningkatkan pengawasan di dapur, mulai dari bahan baku hingga proses produksi
  • Evaluasi sistem distribusi makanan ke siswa
  • Memperkuat koordinasi antar pihak, termasuk tim penyedia gizi
  • Peninjauan ulang perencanaan menu dan keamanan pangan.

Langkah ini menjadi penting, mengingat kejadian tersebut melibatkan jumlah siswa yang cukup besar dan berdampak langsung pada kepercayaan orang tua.

Selain fokus pada perbaikan sistem, pihak SPPG juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis siswa pascakejadian.

Jaya berharap insiden ini tidak meninggalkan trauma bagi para siswa.

“Kami berharap anak-anak tidak trauma. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih baik ke depan,” tambahnya.

Dengan kondisi siswa yang terus membaik dan langkah evaluasi yang mulai dijalankan, kasus ini kini memasuki fase krusial menunggu hasil laboratorium sebagai dasar perbaikan yang lebih tepat dan terukur.

Ke depan, transparansi hasil uji dan konsistensi penerapan SOP akan menjadi kunci untuk memastikan keamanan makanan bagi siswa tetap terjaga.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini