Peran Aktif Penyuluh Pertanian Dorong Percepatan Tanam dan Peningkatan Produktivitas Padi di Desa Cimanggu

Tasikmalaya, Mandalapos.co.id – Peran aktif penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong percepatan tanam dan peningkatan produktivitas padi di Desa Cimanggu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.

Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.

Di lapangan, PPL secara intensif melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, hingga penerapan pola tanam yang tepat. Selain itu, petani juga didorong untuk menerapkan pemupukan berimbang dan pengendalian hama terpadu guna meningkatkan hasil produksi.

PPL Wilayah Binaan Cimanggu, Aceng Rofy, menegaskan bahwa pendampingan menjadi kunci utama dalam keberhasilan percepatan tanam.

“Melalui penyuluhan yang intensif dan terjadwal, petani didorong untuk segera melakukan olah lahan dan tanam serentak, sehingga dapat mengoptimalkan musim tanam serta menekan risiko serangan hama dan penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendampingan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung di lapangan, termasuk penggunaan benih unggul, pola tanam efektif, serta pemupukan sesuai rekomendasi. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga terus dikawal agar proses tanam lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Puspahiang, Asep Luzni Adi Nugraha, menyebut percepatan tanam sebagai strategi penting dalam meningkatkan produksi padi.

“Percepatan tanam dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan menjaga keberlanjutan produksi. Penyuluh terus melakukan pendampingan agar teknologi budidaya dapat diterapkan secara optimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh, petani, dan pemerintah, termasuk dukungan sarana seperti alsintan untuk mempercepat proses budidaya.

Melalui pendekatan partisipatif, PPL bersama kelompok tani mendorong tanam serempak guna memaksimalkan indeks pertanaman sekaligus menekan risiko serangan organisme pengganggu tanaman.

Upaya ini mendapat respons positif dari para petani. Ajid, salah satu petani setempat, mengaku terbantu dengan kehadiran penyuluh di lapangan.

“Kehadiran penyuluh sangat membantu kami, terutama dalam memberikan solusi atas berbagai kendala. Dengan pendampingan ini, hasil panen kami semakin meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, penyuluh juga berperan dalam memastikan petani memahami kebijakan pemerintah terkait program swasembada pangan, sehingga implementasinya berjalan optimal dan tepat sasaran.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Desa Cimanggu diharapkan menjadi salah satu wilayah penopang keberhasilan program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.*

*Aris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini