
Anambas, Mandalapos.co.id – Kesigapan tenaga medis menjadi sorotan utama dalam penanganan dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026 di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Di tengah keterbatasan fasilitas, ratusan pelajar yang terdampak tetap berhasil ditangani dengan cepat dan maksimal.
Sebanyak 155 siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilaporkan mengalami gejala keracunan dan memadati RSUD Palmatak serta Puskesmas Siantan Tengah. Lonjakan pasien yang terjadi dalam waktu bersamaan sempat membuat kapasitas ruang perawatan tidak mencukupi.
Namun, tenaga medis tetap bergerak cepat. Dengan dukungan darurat, termasuk penambahan tempat tidur dari BPBD, para pasien dapat segera ditangani tanpa menunggu lama.
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas dari Partai Demokrat, Hino Faisal yang turun langsung ke lokasi, mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan dalam situasi yang cukup berat tersebut.
“Pasien membludak, ruang tidak mencukupi. Tapi tenaga medis tetap sigap. Ini luar biasa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, tanpa respons cepat dari tenaga medis, kondisi di lapangan berpotensi jauh lebih buruk, mengingat jumlah pasien yang datang secara bersamaan.
“Tenaga medis bekerja luar biasa. Di tengah keterbatasan fasilitas, mereka tetap mampu mengendalikan situasi,” tambahnya.

Meski sebagian besar pasien kini telah berangsur pulih dan dipulangkan, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius DPRD. Hino menilai peristiwa tersebut sudah masuk kategori kejadian luar biasa dan membutuhkan evaluasi menyeluruh.
Sorotan tetap diarahkan pada pelaksanaan program MBG, khususnya terkait kelayakan dapur, standar higienitas, serta kepatuhan terhadap SOP dalam pengolahan makanan.
“Evaluasi harus dilakukan, tapi di sisi lain kita juga harus memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga medis yang sudah bekerja tanpa kenal lelah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan program tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Seluruh elemen, baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya, harus terlibat aktif agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan fasilitas, dedikasi tenaga medis tetap menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masyarakat.*
*YAHYA






















