Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Anambas Dikepung Banjir, Jadi Langganan Setiap Musim Hujan?

0
1090

Mandalapos.co.id, Anambas – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kepulauan Anambas, menyebabkan sejumlah wilayah di Kelurahan Tarempa mengalami kebanjiran, Minggu (19/11).

Mirisnya, banjir yang mengepung wilayah Ibu Kota dari Kabupaten Kepulauan Anambas ini, selalu terjadi setiap tahun.

Pantauan mandalapos, hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Anambas sejak siang hari, membuat saluran drainase maupun sungai yang ada di wilayah Kelurahan Tarempa tak mampu lagi menampung debit air. Di beberapa titik, banjir menggenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Masyarakat pun mulai dibuat gerah dengan keadaan yang terus menerus mereka rasakan ketika memasuki musim hujan. Mereka meminta agar pemerintah segera melakukan penanganan banjir, salah satunya untuk menghentikan penebangan hutan-hutan di dataran tinggi.

Lurah Tarempa, Syamsir, mengatakan, daerah terdampak banjir di antaranya adalah Jalan Patimura, Imam Bonjol, Raden Saleh, Diponegoro, dan Kartini.

“Setiap musim hujan banjir, ini baru 2 jam saja hujan deras sudah banjir,” ujar Syamsir saat ditemui mandalapos.

Menurut Syamsir, penyebab banjir di wilayah Tarempa disebabkan oleh derasnya debit  air dari dataran tinggi yang turun ke sungai di wilayah Tarempa. Namun, sungai dan drainase tidak mampu menampungnya lagi.

Solusinya, kata Syamsir, pemerintah daerah harus segera membuat titik-titik keluar air.

“Sesuai DED yang dibaut Dinas PUPR, akan dibuat gorong-gorong pembelah dari jembatan ke Tugu Puak, dan satu lagi dari jembatan Imam Bonjol ke SP. DED sudah jalan 2023. Saya harap dinas terkait kalau bisa karena ini sifatnya mendesak, 2024 dianggarkan lah untuk penanggulangan banjir, karena daerah kita rawan banjir,” tutur Syamsir.

Sebagai upaya meminimalisir banjir, Syamsir pun meminta warga yang membentangkan pipa di dalam gorong-gorong untuk segera mengalihkan pipanisasinya. Hal itu dilakukan agar air cepat terurai keluar dari saluran gorong-gorong.

Terkait cuaca yang belum bersahabat, Syamsir mengatakan pihaknya tetap bersiaga bersama KJK Kelurahan Tarempa. Selain itu, dirinya juga akan berkoordinasi dengan instansi lainnya dalam penanganan bencana banjir seperti BPBD, Damkar dan instansi vertikal.

“Sejauh ini tak ada korban, tapi banyak rumah terendam, kita tetap waspada karena hujan masih berlanjut, jangan lengah,” pesannya. **

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini