HNSI Anambas dan Satpolairud Perkuat Sinergi, Bahas Keamanan hingga Keluhan Nelayan di Laut

Ketua DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas Agustar mengikuti coffee morning bersama Satpolairud Polres Kepulauan Anambas dan lintas sektor di Tarempa, Kamis (20/8/2026). (Foto: Yahya/mandalapos)

Anambas, mandalapos.co.id — Komunikasi antara nelayan dan aparat penegak hukum di laut diperkuat melalui kegiatan coffee morning yang digelar Satpolairud Polres Kepulauan Anambas bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan lintas sektor di Tarempa, Kamis (20/8/2026).

Ketua DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas Agustar turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung santai namun membahas sejumlah persoalan penting terkait kondisi wilayah perairan Anambas.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi nelayan dan aparat untuk bertukar informasi sekaligus menyamakan persepsi mengenai situasi di laut, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas nelayan, keamanan, keselamatan serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Nelayan Sampaikan Persoalan di Lapangan

Agustar mengatakan, komunikasi langsung antara nelayan dan aparat menjadi hal penting karena masing-masing pihak memiliki informasi yang berbeda dari lapangan.

“Kami dari DPC HNSI Anambas, Satpolairud Polres Anambas dan lintas sektor, duduk bersama. Tujuannya satu, melakukan konsolidasi antar sektor. Nelayan perlu informasi, aparat juga butuh masukan dari lapangan,” ujar Agustar.

Menurutnya, HNSI dapat menjadi jembatan komunikasi antara nelayan dengan aparat, terutama dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dialami nelayan ketika melaut.

Dalam coffee morning tersebut, sejumlah persoalan turut menjadi bahan pembahasan, mulai dari kondisi cuaca, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), aktivitas kapal di wilayah perairan Anambas hingga potensi konflik dengan kapal dari luar daerah.

“Kami bertukar informasi. Dari nelayan kami sampaikan keluhan di lapangan, seperti cuaca, BBM, dan potensi konflik dengan kapal luar. Dari Satpolairud kami dapat arahan dan informasi terbaru soal patroli, aturan, dan keamanan wilayah,” jelasnya.

Ingin Laut Anambas Aman dan Tertib

Agustar menilai sinergitas antara organisasi nelayan dan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi laut yang aman dan tertib.

Komunikasi yang terjalin secara rutin juga diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman antara nelayan dan aparat ketika menjalankan aktivitas masing-masing.

“Kami ingin Anambas ini aman. Lautnya tertib, nelayannya sejahtera. Itu hanya bisa tercapai kalau ada sinergitas,” tegasnya.

Menurut Agustar, persoalan di laut tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui penindakan. Informasi dari nelayan yang sehari-hari berada di laut juga diperlukan untuk membantu aparat memahami kondisi faktual di lapangan.

Karena itu, HNSI Anambas bersama Satpolairud berkomitmen menjaga komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.

HNSI Siap Jadi Mitra Satpolairud

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus membangun koordinasi dan menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin.

Dengan komunikasi yang lebih cepat, informasi mengenai persoalan di laut diharapkan dapat segera diteruskan kepada pihak terkait sehingga potensi masalah dapat ditangani sebelum berkembang lebih besar.

“Kami siap menjadi mitra Satpolairud. Jika ada informasi di lapangan, kami akan teruskan. Mari kita jaga Anambas bersama-sama,” tutup Agustar.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini