Hadiah Lomba Kemerdekaan Disumbangkan, Mitra Pertamina Galang Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sopir bajaj BBG Muslihfudin bersama mitra Pertamina menyumbangkan hadiah perlombaan kemerdekaan sebagai bagian dari donasi Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, dalam kegiatan di Grha Pertamina, Jakarta, 18 Agustus 2026. (Foto: dok. Pertamina)

Jakarta, mandalapos.co.id – Kemenangan dalam perlombaan 17 Agustus menjadi pengalaman berbeda bagi Muslihfudin. Sopir bajaj berbahan bakar gas (BBG) berusia 59 tahun itu bersama rekan-rekannya dari Komunitas Bajaj Gas Jakarta (Kobagas) memilih menyumbangkan hadiah yang mereka peroleh untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi Muslihfudin, kebahagiaan tidak hanya datang dari kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga dari kesempatan berbagi dengan sesama. Sumbangan dari para mitra tersebut menjadi bagian dari total donasi senilai Rp500 juta yang disalurkan untuk membantu warga terdampak bencana di NTT.

Dilansir dari siaran pers Pertamina, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif PT Pertamina (Persero) untuk mengajak masyarakat bergotong royong membantu korban gempa. Sebanyak 50 mitra Pertamina dari berbagai profesi terlibat, mulai dari petugas pemadam kebakaran, pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan, sopir bajaj gas, operator SPBU, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

“Alhamdulillah kami bisa menyumbangkan seluruh hasil lomba ini untuk kegiatan bencana di NTT. Mudah-mudahan negeri kita aman, damai dan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih. Mudah-mudahan semuanya menjadi berkah,” ujar Muslihfudin.

Rayakan Kemerdekaan dengan Berbagi

Kegiatan tersebut digelar di Grha Pertamina pada 18 Agustus 2026, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Dalam kesempatan itu, Pertamina membagikan paket sembako kepada para mitra sekaligus mengajak mereka mengikuti berbagai perlombaan khas kemerdekaan bersama para Perwira Pertamina.

Namun, perayaan itu tidak berhenti pada kemeriahan lomba. Hadiah yang diperoleh para peserta justru disalurkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat gempa di NTT.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran perusahaan bersama masyarakat, terutama ketika bantuan dan kepedulian sangat dibutuhkan.

“Ini tidak hanya simbol. Ini adalah cara Pertamina untuk hadir dan menunjukkan bahwa pada saat masyarakat membutuhkan, Pertamina hadir saat itu juga,” kata Oki.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan.

“81 tahun Indonesia merdeka tentu kita rayakan hari ini tidak hanya dengan lomba-lomba, tapi juga dengan kesadaran penuh bahwa Perwira Pertamina harus terus hadir bersama rakyat di manapun berada,” ujarnya.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menilai keterlibatan para mitra memberikan makna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Para mitra yang sehari-hari memberikan layanan kepada masyarakat turut mengambil bagian dalam membantu warga yang terdampak bencana.

“Para mitra ini sehari-hari bekerja dan memberikan layanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pada momentum kemerdekaan, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama mereka, sekaligus mengajak untuk meneruskan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Inilah semangat gotong royong yang ingin terus Pertamina hidupkan,” ujar Baron.

Melalui kegiatan tersebut, Pertamina berupaya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas. Sumbangan hadiah perlombaan dari para mitra menjadi wujud bahwa kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana, lalu berkembang menjadi bantuan bersama bagi masyarakat yang membutuhkan.*

*Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini