Bupati Anambas Soroti Kesejahteraan Nelayan dan Ketimpangan Manfaat Sumber Daya Daerah

Anambas, mandalapos.co.id — Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas dalam pidatonya pada Kamis (14/5/2026) menyoroti kondisi nelayan, keterbatasan fiskal daerah, serta perlunya peningkatan manfaat ekonomi dari sumber daya alam bagi masyarakat setempat.

Di hadapan Kapolda Kepri dan unsur pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat, dan organisasi nelayan, Bupati menyampaikan bahwa sekitar 9,6 persen masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas berprofesi sebagai nelayan. Menurutnya, sektor perikanan menjadi salah satu penopang penting perekonomian daerah.

Ia menilai hasil perikanan yang keluar dari wilayah Anambas masih belum memberikan dampak optimal terhadap pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.

“Banyak hasil ikan yang keluar dari Anambas, tetapi manfaat yang dirasakan daerah belum maksimal,” ujarnya dalam pidato tersebut.

Selain sektor perikanan, Bupati juga menyinggung pemanfaatan sumber daya alam lain seperti minyak. Ia menyampaikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya merasakan dampak ekonomi yang signifikan dari potensi sumber daya tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan kondisi anggaran daerah yang menurutnya cukup menantang. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, kata dia, berupaya menerapkan kebijakan pengelolaan keuangan yang berhati-hati agar tidak menambah beban utang daerah di masa mendatang.

“Kami tidak ingin membebankan utang kepada masyarakat di masa depan. Karena itu kami menggunakan perhitungan berdasarkan angka riil,” katanya.

Bupati juga menyinggung langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui distribusi sembako murah ke sejumlah desa. Langkah tersebut disebut sebagai upaya menekan kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Di sektor perikanan, perhatian besar diberikan terhadap persoalan distribusi hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, sebelumnya terdapat persoalan keterbatasan kapal pengangkut yang menyebabkan daya tawar nelayan rendah dan berpotensi menimbulkan praktik monopoli pembelian hasil laut.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menambah jumlah kapal pengangkut ikan dan berencana menambah armada lagi dalam waktu dekat.

Ia meyakini peningkatan jumlah kapal akan menciptakan persaingan antarpembeli sehingga harga ikan dan cumi-cumi di tingkat nelayan dapat meningkat.

“Kalau kapal cukup, pembeli akan lebih banyak dan harga ikan bisa naik. Kesejahteraan nelayan juga akan meningkat,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Bupati menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, media, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia menyebut pembangunan daerah memerlukan kerja sama seluruh pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini