Anambas, mandalapos.co.id — Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas dan memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Anambas, Kamis (14/6/2026).
Dalam kunjungannya, Kapolda juga menghadiri kegiatan sosial Bhayangkari berupa penyerahan bantuan dan bingkisan kepada sejumlah siswa PAUD serta masyarakat yang sedang sakit.
“Kegiatan ini merupakan agenda sosial rutin Bhayangkari sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Irjen Asep Safrudin saat diwawancarai awak media di Polres Kepulauan Anambas.
Setelah kegiatan sosial tersebut, Kapolda melanjutkan agenda tatap muka bersama seluruh personel Polres Anambas. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang tetap semangat menjalankan tugas meski berada di wilayah perbatasan dan pulau terluar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres Anambas yang tetap semangat bertugas walaupun berada di pulau perbatasan. Saya juga mengapresiasi Bhayangkari yang setia mendampingi anggota selama bertugas,” katanya.
Menurut Kapolda, bertugas di daerah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga akses layanan kesehatan.
Meski demikian, ia berharap seluruh personel tetap tegar dan mampu menjadi representasi negara dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dengan TNI, pemerintah daerah, serta instansi maritim lainnya seperti Imigrasi, Bea Cukai, Basarnas, dan Bakamla dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Anambas.
Selain itu, ia mengapresiasi masyarakat Anambas yang dinilai aktif menjaga situasi keamanan daerah tetap kondusif.
“Saya percaya polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen lainnya,” ungkapnya.
Irjen Asep juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang selama ini membantu menyampaikan informasi pembangunan dan kondisi keamanan di wilayah Anambas.
Dalam kesempatan itu, Kapolda turut menanggapi persoalan mutasi personel di wilayah kepulauan. Ia menjelaskan bahwa banyak anggota yang mengajukan mutasi karena faktor keluarga dan tantangan geografis.
Namun demikian, mutasi harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi agar kekuatan personel di wilayah kepulauan tetap terpenuhi.
“Kita harus melihat keseimbangan. Kalau banyak yang keluar, harus ada penggantinya agar pelayanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Terkait minimnya penempatan lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) di wilayah Anambas sejak 2023, Kapolda menyebut jumlah lulusan AKPOL yang diterima Polda Kepri setiap tahun masih terbatas.
Sementara itu, kebutuhan personel di seluruh Polres jajaran Polda Kepri masih cukup tinggi dan rata-rata kekuatan personel belum mencapai 100 persen.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Kapolda menilai semangat personel yang bertugas di wilayah kepulauan tetap tinggi dan penuh dedikasi.
“Yang saya lihat, seluruh personel tetap semangat menjalankan tugas di Kepulauan Anambas,” tutupnya.*
*YAHYA


















