
Batam, mandalapos.co.id – Penguatan budaya literasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di tengah perkembangan Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Hal itu menjadi salah satu perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam pertemuan dengan Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepulauan Riau dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sayang Anak di BP Batam, Kamis (6/8/2026).
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan penguatan literasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi juga berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan kecakapan hidup, serta menanamkan nilai kebangsaan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diperkuat karakter, kepedulian sosial, serta rasa saling menghargai dalam keberagaman. BP Batam mendukung setiap upaya yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas masyarakat Batam,” ujar Ariastuty.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Ariastuty menerima kunjungan Ketua Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri sekaligus TBM Sayang Anak, Dr. Ronal G. Sirait, bersama tujuh pengurus.
Pertemuan itu membahas rencana sinergi dalam mendukung budaya literasi di Kota Batam melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nusantara dan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 15 Agustus 2026.
Menurut Ariastuty, pembangunan Batam sebagai kawasan investasi tidak cukup hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengambil peran dalam perkembangan daerah.
Karena itu, BP Batam menyambut baik keterlibatan komunitas dan organisasi masyarakat dalam bidang pendidikan, literasi, serta pembentukan karakter generasi muda.
Melalui tema “Literasi untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan”, TBM Sayang Anak berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi anak-anak, remaja, keluarga, hingga masyarakat umum.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat dan kemampuan literasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat.
BP Batam berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi komunitas literasi sebagai bagian dari agen perubahan sosial. Upaya itu diharapkan turut melahirkan masyarakat Batam yang cerdas, berkarakter, toleran, dan memiliki daya saing sebagai bagian dari pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.






















