Bukan Sekadar Penyambutan, Tepung Tawar Jadi Doa untuk Kapolres Anambas Jalankan Amanah

Kedatangan Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Anambas Ny. Dama Munir, disambut dengan tradisi tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Anambas, Minggu (20/9/2026).

Anambas, mandalapos.co.id — Kedatangan Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Anambas Ny. Dama Munir, disambut dengan tradisi tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Anambas, Minggu (20/9/2026).

Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni penyambutan. Bagi masyarakat Melayu Anambas, tepung tawar menjadi simbol doa, penghormatan dan harapan agar Kapolres bersama keluarga diberikan keberkahan serta kelancaran dalam menjalankan amanah di Kepulauan Anambas.

Selain prosesi tepung tawar, Kapolres dan Ketua Bhayangkari juga mendapat pengalungan kain cual khas Kepulauan Anambas. Kain tersebut menjadi simbol penerimaan dan ikatan persaudaraan dengan masyarakat setempat.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Danlanal Tarempa dan Danramil Tarempa.

AKBP Misbachul Munir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat melalui tradisi tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat atas sambutan melalui tradisi tepung tawar ini. Bagi saya, ini adalah doa dan amanah dari masyarakat. Insyaallah, amanah tersebut akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Misbachul Munir.

Ia juga mengapresiasi LAM Kepulauan Anambas, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda yang telah memberikan sambutan hangat kepada dirinya dan keluarga.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kepulauan Anambas.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Kami datang bukan hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat Anambas. Mari bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan persaudaraan,” katanya.

Pengalungan kain cual semakin menambah kekhidmatan prosesi. Simbol budaya tersebut merepresentasikan penghormatan sekaligus penerimaan Kapolres dan keluarga sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Anambas.

Momentum tersebut sekaligus mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama dan masyarakat.

Tepung tawar menjadi pesan bahwa tugas dan amanah yang dijalankan di tanah Anambas diiringi doa serta dukungan masyarakat. Sementara kain cual menjadi simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap budaya lokal.

Melalui momentum tersebut, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk bersama-sama menciptakan Kepulauan Anambas yang aman, damai dan harmonis.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini