Bangunan Rampung, Dapur MBG 3T di Air Biru Anambas Belum Beroperasi, Meteran Listrik Jadi Kendala

Kepala Desa Air Biru, Badri

Anambas, mandalapos.co.id – Bangunan dapur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, telah rampung secara fisik. Namun, fasilitas yang disiapkan untuk melayani masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) itu belum dapat beroperasi karena masih menunggu pemasangan meteran listrik.

Kepala Desa Air Biru, Badri, mengatakan bangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia. Instalasi listrik juga sudah terpasang, tetapi meteran listrik yang diperlukan untuk menunjang operasional belum terealisasi.

Menurut Badri, pengajuan pemasangan meteran listrik telah disampaikan kepada pihak terkait sekitar dua bulan lalu. Ia berharap kendala tersebut segera dituntaskan agar dapur dapat melanjutkan tahapan persiapan menuju operasional.

“Sudah ada bangunannya untuk MBG 3T, Pak. Hanya meteran listrik yang belum terpasang, sedangkan instalasi listriknya sudah ada,” kata Badri kepada Mandalapos, Jumat (9/10/2026).

Ia menilai, percepatan operasional dapur MBG penting bagi masyarakat setempat, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah yang menjadi sasaran program pemerintah tersebut.

Sebagai desa di wilayah kepulauan, Air Biru menghadapi tantangan akses transportasi yang masih bergantung pada jalur laut. Kondisi geografis ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pemerataan pelayanan publik, termasuk distribusi makanan bergizi bagi anak-anak.

Badri berharap pembangunan fasilitas MBG tidak berhenti pada penyediaan gedung, tetapi segera dilanjutkan dengan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapan kami, dapur MBG ini segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak sekolah di Desa Air Biru. Kami juga berharap program ini bisa membantu mencegah stunting serta meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak,” ujarnya.

Badri menjelaskan, pihak pengelola mulai membersihkan bangunan yang menurutnya telah berdiri sekitar satu tahun lalu. Pembersihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum dapur memasuki tahap berikutnya.

Ia juga mendapat informasi bahwa peninjauan oleh tim dari pihak berwenang dijadwalkan berlangsung sekitar dua minggu mendatang. Namun, jadwal tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami menanti kehadiran tim survei BGN ke Desa Air Biru. Mudah-mudahan seluruh persiapan yang telah dilakukan bisa segera ditindaklanjuti sehingga dapur ini dapat beroperasi sesuai ketentuan,” kata Badri.

Selain di Desa Air Biru, satu fasilitas dapur MBG 3T lainnya juga disiapkan di Dusun Pulau Dara. Kedua lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah Jemaja.

Meski demikian, pengoperasian dapur tidak hanya bergantung pada penyelesaian pemasangan meteran listrik. Kesiapan tenaga pelaksana, pemenuhan standar keamanan pangan, ketersediaan bahan makanan, dan kelancaran distribusi juga perlu dipastikan agar pelayanan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Badri berharap koordinasi antara pengelola dapur, PLN, dan instansi terkait segera menghasilkan penyelesaian sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan. Ia juga berharap dapur MBG di Desa Air Biru dan Dusun Pulau Dara nantinya mampu memberikan pelayanan secara berkelanjutan bagi anak-anak di wilayah kepulauan.

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini