Anambas, mandalapos.co.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat secara menyeluruh.
Bagi Kabupaten Kepulauan Anambas yang wilayahnya didominasi lautan dan gugusan pulau, capaian UHC bukan sekadar target administratif. Lebih dari itu, UHC menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak dasar atas pelayanan kesehatan, meski berada di daerah terpencil dan perbatasan.
Universal Health Coverage (UHC) sendiri merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang bermutu, dengan biaya yang terjangkau.
Sebagai daerah terdepan di wilayah perbatasan, Kepulauan Anambas selama ini menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Jarak antardesa yang dipisahkan laut, keterbatasan transportasi, hingga cuaca yang tidak menentu sering menjadi hambatan dalam pemerataan layanan kesehatan.
Namun, melalui sinergi lintas sektor serta dukungan kebijakan yang konsisten, tantangan tersebut perlahan dapat diatasi. Pemkab Kepulauan Anambas terus menguatkan program jaminan kesehatan melalui integrasi masyarakat ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Pada tahun 2025, total kepesertaan JKN di Kabupaten Kepulauan Anambas tercatat mencapai 50.675 jiwa atau 98,65 persen dari jumlah penduduk. Sementara tingkat kepesertaan aktif berada di angka 90,29 persen.
Untuk menunjang layanan, peserta JKN dilayani melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah yang terdiri dari 10 Puskesmas dan 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tersebar di wilayah Kepulauan Anambas.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan bahwa pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan hingga pelosok.
“Di Kepulauan Anambas, kami memastikan bahwa setiap denyut nadi masyarakat, dari pesisir hingga pelosok pulau, terlindungi oleh sistem pelayanan kesehatan yang berkeadilan,” ujar Aneng.
Ia juga menekankan, penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ke depan. Pemkab Anambas berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta mendorong digitalisasi layanan kesehatan agar sejalan dengan cakupan kepesertaan yang hampir mencapai 100 persen.
“Dengan capaian ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas optimistis dapat terus menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat peran Kepulauan Anambas sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Aneng.*
*YAHYA



















