Pertamina Perkuat Pasokan BBM di Bali, Stok Terminal Capai 48 Juta Liter

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau penanganan distribusi BBM di Bali pada Kamis malam (15/10/2026). (Foto: dok. Pertamina)

Bali, mandalapos.co.id — PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali melalui penguatan pasokan, penambahan armada pengangkut, serta optimalisasi operasional terminal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kembali turun langsung meninjau penanganan distribusi BBM bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pada Kamis malam (15/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah percepatan distribusi berjalan efektif dan kebutuhan energi masyarakat segera terpenuhi.

“Prioritas kami adalah mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya dan memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif, mulai dari kedatangan pasokan, distribusi ke SPBU, hingga pelayanan kepada masyarakat,” ujar Simon, dalam siaran pers Pertamina, Minggu, 18 Oktober 2026.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pertamina terus memantau kondisi di lapangan dan segera menindaklanjuti kendala yang menghambat distribusi BBM.

Upaya pemulihan tersebut didukung kedatangan dua kapal pengangkut BBM pada 16 Oktober 2026 dengan total muatan 20 juta liter Pertalite. Sebanyak 16 juta liter disalurkan melalui Integrated Terminal Manggis menggunakan kapal MT Pangkalan Brandan, sedangkan 4 juta liter lainnya melalui Fuel Terminal Sanggaran menggunakan MT Asian Rigel.

Berdasarkan data Pertamina per 17 Oktober 2026, stok BBM di Terminal Sanggaran dan Manggis telah ditingkatkan hingga sekitar 48 juta liter untuk mendukung kebutuhan masyarakat di Pulau Dewata.

Selain pasokan yang telah tiba, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga juga memperkuat suplai sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026.

Percepatan penyaluran dilakukan dengan mengoperasikan 108 mobil tangki dan mengerahkan 465 Awak Mobil Tangki (AMT). Pertamina juga mengoptimalkan kegiatan operasional terminal, memperluas layanan SPBU selama 24 jam, serta menyediakan penjualan BBM secara literan sebagai salah satu upaya mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan tambahan pasokan terus diimbangi dengan pengaturan distribusi yang responsif, terutama ke SPBU yang masih mengalami peningkatan kebutuhan dan antrean kendaraan.

“Pasokan yang telah tiba kami dorong segera tersalurkan melalui penguatan armada, personel, dan operasional terminal. Kami juga terus memantau kondisi SPBU dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar kendala distribusi dapat segera ditangani,” kata Baron.

Pertamina menyatakan evaluasi terhadap langkah pemulihan distribusi terus dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga. Penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi bagian dari upaya mempercepat normalisasi pelayanan BBM.

Melalui langkah tersebut, Pertamina berharap distribusi BBM di Bali berangsur pulih sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, aktivitas ekonomi berjalan lancar, dan sektor pariwisata dapat terus didukung.*

*Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini