
Anambas, mandalapos.co.id — Pembangunan akses jalan penghubung Desa Mampok dan Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda setempat.
Infrastruktur yang dibangun melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat di Pulau Jemaja.
Tokoh Pemuda Kecamatan Jemaja, Martin, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. Kehadiran akses jalan yang lebih representatif dinilai mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian antardesa.
Martin mengaku bersyukur karena pembangunan akses tersebut akhirnya dapat direalisasikan melalui dukungan anggaran pemerintah.
“Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp24 miliar untuk kepentingan masyarakat ramai. Kami yang memanfaatkan jalan ini tentu sangat bersyukur karena akses jalan yang selama ini dinantikan akhirnya bisa diwujudkan,” kata Martin saat dihubungi awak media, Kamis (8/10/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta Pemerintah Pusat yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Anambas, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang telah merealisasikan anggaran sebesar itu untuk kepentingan masyarakat ramai,” ujarnya.
Menurut Martin, manfaat pembangunan jalan tersebut sudah mulai dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan yang lebih baik membuat perjalanan antara Desa Batu Berapit dan Desa Mampok menjadi lebih nyaman serta mendukung kelancaran mobilitas kendaraan.
Ia juga mengapresiasi pelaksana pekerjaan, PT Triputra Sukses Bersama, yang disebut telah melaksanakan pekerjaan sebagai perusahaan pemenang tender.
“Alhamdulillah, pekerjaan aspalnya sudah bagus. Kami saat melintas terasa nyaman. Bahkan ribuan sepeda motor dan kendaraan roda empat memilih jalan itu ketika hendak ke Desa Mampok dari Desa Batu Berapit,” ucapnya.
Martin berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak berhenti pada tahap pengerjaan, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan secara berkala. Menurutnya, perawatan jalan menjadi penting agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembangunan dan peningkatan akses transportasi di Pulau Jemaja, terutama pada ruas jalan yang hingga kini masih membutuhkan penanganan.
“Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk memperlancar pergerakan masyarakat, distribusi barang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.
“Harapan kami, pembangunan infrastruktur seperti ini terus berlanjut. Jangan hanya membangun jalan, tetapi juga dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” pungkas Martin.*
*YAHYA

















