Cen Sui Lan Minta Dugaan Bullying di Sekolah Rakyat Natuna Ditangani Serius

Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama jajaran terkait mengikuti evaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna di Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026). Evaluasi membahas dugaan perundungan, ketersediaan air bersih, dan kondisi kesehatan siswa.

Natuna, mandalapos.co.id – Dugaan tindakan perundungan atau bullying antarsiswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna. Dinas Sosial Natuna menerima laporan dari orang tua siswa terkait dugaan perilaku perundungan yang melibatkan sesama peserta didik di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, mengatakan laporan yang diterima menyebutkan adanya siswa yang diduga menyuruh siswa lain mencuci pakaian miliknya. Ia menilai dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi perilaku senioritas di lingkungan sekolah.

“Saya dengar ada siswa yang menyuruh siswa lain mencuci baju miliknya, itu dia sampai keluar. Ini tidak boleh dianggap remeh, kami tidak mau ada perilaku senioritas di SRT,” ujar Puryanti.

Persoalan tersebut disampaikan dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026).

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, turut menyoroti dugaan perundungan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan bullying tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa di lingkungan pendidikan karena berpotensi memengaruhi perilaku peserta didik lainnya.

“Perilaku bullying ini tak boleh kita normalisasi. Apa pun kasus bullying, tak ada toleransi,” tegas Cen Sui Lan.

Meski demikian, Cen Sui Lan menekankan bahwa penyelesaian persoalan di lingkungan SRT 32 Natuna membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua, wali asuh, tenaga pendidik, dan pemerintah daerah diminta mengoptimalkan peran masing-masing dalam mendampingi siswa serta menangani permasalahan yang muncul.

Ia juga meminta tenaga pendidik dan wali asuh untuk lebih tegas dalam menerapkan kedisiplinan terhadap siswa, terutama bagi mereka yang sulit mengikuti aturan yang telah ditetapkan sekolah.

Menurutnya, orang tua perlu memahami bahwa Sekolah Rakyat memiliki prosedur dan aturan dalam mendidik peserta didik. Kepercayaan terhadap pihak sekolah juga diperlukan agar proses pembinaan anak dapat berjalan dengan baik.

“ Sebenarnya mengurus anak tanggung jawab orang tua, tapi kita ambil alih itu. Sehingga orang tua juga harus tahu bahwa kita punya prosedur dan aturan untuk mendidik anak-anak mereka,” ujarnya.

Cen Sui Lan juga menegaskan bahwa orang tua perlu menghormati mekanisme pembinaan yang diterapkan sekolah selama anak mereka mengikuti program pendidikan di SRT 32 Natuna.

“Jika mereka bersikeras mau ikut campur, tegaskan saja silakan bawa pulang anaknya,” tegasnya.

SRT 32 Natuna Hadapi Persoalan Air Bersih dan Kesehatan Siswa

Selain dugaan perundungan, rapat evaluasi tersebut juga membahas sejumlah kendala yang dihadapi Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, termasuk persoalan ketersediaan air bersih dan kondisi kesehatan peserta didik.

Kepala Sekolah SRT 32 Natuna, Bumi Selan, mengatakan sekolahnya turut terdampak kekeringan saat musim kemarau. Keterbatasan pasokan air bahkan menyebabkan sejumlah siswa kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk untuk mandi.

Menurut Bumi Selan, pihak sekolah telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PDAM Natuna agar dapat membantu penyaluran air bersih. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Natuna untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air di lingkungan sekolah.

Upaya tersebut dilakukan karena PDAM Natuna juga harus menangani berbagai laporan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

Dalam kesempatan yang sama, Bumi Selan turut menyampaikan kondisi kesehatan sejumlah siswa kepada Bupati Natuna, termasuk peserta didik yang didiagnosis mengalami penyakit serius dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Salah satu siswa dilaporkan mengalami pembengkakan ginjal sehingga harus dirujuk ke Batam untuk menjalani pengobatan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama pihak sekolah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari pembinaan perilaku siswa, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penanganan kesehatan peserta didik.

*ALFIAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini