Gantungan Kunci Jadi Jalan Lidiya Kenalkan Kreativitas Mahasiswa STAI Natuna kepada Wakil Bupati

Mahasiswi KPI STAI Natuna Lidiya menyerahkan tiga gantungan kunci hasil karyanya kepada Wakil Bupati Natuna Jarmin di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026), sebagai bentuk apresiasi sekaligus memperkenalkan kreativitas mahasiswa. (Foto: istimewa)

Natuna, mandalapos.co.id — Kreativitas mahasiswa tidak selalu harus hadir dalam karya besar. Dari sebuah gantungan kunci sederhana, Lidiya, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAI Natuna asal Limau Manis, mencoba memperkenalkan karya sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap kreativitas anak muda di daerah.

Lidiya mendatangi langsung ruang kerja Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E., untuk menyerahkan tiga buah gantungan kunci hasil karyanya sebagai oleh-oleh, Rabu (19/8/2026).

Gantungan kunci tersebut dibuat dengan desain khusus yang menampilkan foto Wakil Bupati Natuna dan logo Milad STAI Natuna ke-24.

Lidiya mengatakan, pemberian tersebut sebenarnya merupakan oleh-oleh yang sempat tertunda. Sebelumnya, ia berencana menyerahkan karya tersebut saat kegiatan Milad STAI Natuna ke-24 dan pembukaan STAI Cup Plus 2026.

Namun, Wakil Bupati Natuna saat itu belum dapat hadir karena memiliki agenda lain. Lidiya kemudian memilih datang langsung ke kantor Wakil Bupati untuk menyerahkan hasil karyanya.

“Ini sebenarnya oleh-oleh yang tertunda, Pak. Mengingat saat kegiatan pembukaan STAI Cup Plus 2026 kemarin Bapak belum sempat hadir, maka saya datang langsung ke kantor untuk memberikan karya ini kepada Bapak. Semoga ini bisa menjadi salah satu oleh-oleh dari mahasiswa STAI Natuna untuk Bapak,” ujar Lidiya.

Jarmin: Terus Berkarya Selagi Muda

Karya sederhana tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Natuna Jarmin. Ia menyampaikan terima kasih sekaligus mengaku bangga melihat mahasiswa mampu memanfaatkan kreativitasnya untuk menghasilkan sebuah produk.

“Terima kasih kepada Lidiya yang sudah mau berkarya dan memberikan hasil karyanya kepada saya. Kemarin saya belum bisa hadir pada pembukaan STAI Cup Plus 2026 karena ada agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan,” ungkap Jarmin.

Menurut Jarmin, kreativitas mahasiswa perlu terus dikembangkan karena dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian sekaligus membuka peluang usaha.

Ia pun mendorong Lidiya agar tidak berhenti pada satu jenis karya dan terus mengembangkan usaha yang dijalankannya.

“Teruslah berkarya selagi masih muda. Nanti saya juga akan bantu mempromosikan agar karya ini semakin dikenal dan diminati masyarakat. Semoga usaha yang dijalankan selalu lancar,” tambahnya.

Bagi Lidiya, pertemuan tersebut bukan sekadar menyerahkan oleh-oleh. Momentum itu menjadi bentuk keberanian mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitasnya secara langsung sekaligus mendapat masukan dan dukungan dari pemerintah daerah.

Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa STAI Natuna lainnya untuk berani menghasilkan karya dan mengembangkan kreativitas menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat maupun ekonomi.

Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap karya Lidiya dan dukungan terhadap kreativitas mahasiswa STAI Natuna.*

*ALFIAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini