Bupati Cen Sui Lan Dorong Perpustakaan Natuna Tembus Pulau-Pulau, Budaya Baca Harus Dimulai Sejak Dini

Natuna, mandalapos.co.id — Pengembangan perpustakaan dan penguatan budaya literasi di Kabupaten Natuna mendapat dukungan penuh dari Bupati Natuna Cen Sui Lan. Ia menegaskan siap mendukung berbagai kegiatan perpustakaan daerah sekaligus mendorong jajaran pengelola perpustakaan untuk terus berinovasi.

Hal tersebut disampaikan Cen Sui Lan saat membuka Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan dan Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, serta Penggiat Literasi se-Kabupaten Natuna, Selasa (18/8/2026), di Gedung Perpustakaan Daerah Natuna, Jalan Sihotang, Ranai.

Dalam sambutannya, Cen Sui Lan mengaku tertarik dengan semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut, khususnya ajakan kepada masyarakat untuk terus belajar dan memperluas wawasan.

“Saya tertarik dengan bahasa bapak, belajarlah sampai ke negeri China dan Korea,” ujar Cen Sui Lan.

Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini karena menjadi salah satu investasi penting dalam menyiapkan generasi Natuna.

Cen Sui Lan bahkan mengenang kegemarannya membaca ketika masih kecil. Beragam jenis buku pernah menjadi bacaannya, mulai dari buku pelajaran hingga cerita detektif.

“Saat kecil saya sangat hobi membaca. Dari buku Hidayah, buku pelajaran sampai buku detektif,” ungkapnya.

Dengan nada bercanda, ia mengatakan kegemarannya membaca buku detektif ternyata masih memberikan manfaat dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

“Buku detektif ini sangat berguna sampai sekarang. Saya pakai untuk menghadapi OPD,” katanya yang langsung disambut tawa para peserta.

Di balik candaan tersebut, Cen Sui Lan menekankan bahwa membaca merupakan pintu untuk memperoleh pengetahuan. Karena itu, ia mengajak sekolah, pemerintah desa, pustakawan dan para penggiat literasi bersama-sama menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, mari kita galakkan kegiatan membaca. Karena dari sanalah kita mendapatkan ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Cen Sui Lan juga menyoroti kondisi geografis Natuna sebagai daerah kepulauan. Jarak antarpulau yang cukup jauh membuat pemerataan akses terhadap informasi dan pengetahuan menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, ia berharap pengembangan perpustakaan tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten. Layanan dan gerakan literasi harus mampu menjangkau anak-anak yang tinggal di pulau-pulau, termasuk wilayah terluar Natuna.

“Dengan literasi, anak-anak di pulau dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dengan baik,” ujarnya.

Bagi Cen Sui Lan, keberadaan perpustakaan di tengah masyarakat harus menjadi bagian dari upaya membuka akses pengetahuan seluas-luasnya. Anak-anak di pulau, menurutnya, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bahan bacaan dan informasi.

Perpustakaan Didorong Sampai Tingkat Desa

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan di Natuna.

Menurut Erson, pengembangan perpustakaan perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari sekolah, kecamatan hingga desa. Dengan begitu, akses terhadap buku dan sumber pengetahuan tidak hanya dinikmati masyarakat yang tinggal di pusat pemerintahan.

“Artinya, pengembangan perpustakaan kita lakukan agar minat baca sampai ke tingkat desa,” kata Erson.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.

Antusiasme peserta juga disebut melampaui target yang telah ditetapkan. Sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas kepala sekolah, pustakawan, penggiat perpustakaan hingga kepala desa.

Kegiatan menghadirkan empat narasumber nasional. Salah satunya Drs. Muhammad Syarif Bando, MM, yang pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia periode 2016–2023.

Selain itu, hadir Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI Edi Wiyono.

Dalam pemaparannya, Muhammad Syarif Bando kembali mendorong masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Menurutnya, membaca membuka akses terhadap berbagai sumber pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun generasi penerus.

Pesan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Natuna yang ingin mengembangkan perpustakaan tidak sekadar sebagai tempat menyimpan buku, tetapi menjadi pusat pembelajaran masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memperluas gerakan literasi di Natuna. Apalagi, tantangan geografis sebagai daerah kepulauan membuat pemerataan akses pendidikan dan informasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Sekolah, pemerintah desa, pustakawan, penggiat literasi dan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Dari Ranai, gerakan membaca diharapkan tidak berhenti di gedung perpustakaan. Ia harus bergerak menuju sekolah, desa hingga pulau-pulau terluar Natuna.

Sebab, semakin luas akses terhadap bacaan dan pengetahuan, semakin besar pula kesempatan anak-anak Natuna untuk mengenal dunia, mengembangkan kemampuan, dan menyiapkan masa depan mereka.*

*Alfian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini