
NATUNA, mandalapos.co.id – Pawai budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tidak hanya menampilkan keberagaman pakaian adat dan kesenian, tetapi juga atraksi pencak silat.
Ribuan masyarakat memadati kawasan Pantai Kencana, Minggu (16/8/2026), untuk menyaksikan pawai yang diikuti lebih dari 4.000 peserta dari berbagai unsur.
Pawai tersebut turut disaksikan Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik. Peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, lembaga, hingga kelompok seni dan budaya.
Beragam pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia turut menghiasi barisan peserta. Selain itu, sejumlah kelompok menampilkan kostum yang merepresentasikan profesi, tradisi, seni, serta kreativitas masyarakat.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Natuna – Pusat Madiun yang ikut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut.
Organisasi pencak silat yang beranggotakan 500 orang ini tak hanya berjalan mengikuti barisan, para anggota PSHT Cabang Natuna – Pusat Madiun juga menampilkan sejumlah atraksi pencak silat di hadapan masyarakat.
Atraksi tersebut di antaranya memecahkan batu bata dengan tangan kosong, jurus seni Tunggal IPSI, hingga atraksi gantung neon.
Penampilan itu mendapat perhatian masyarakat yang menyaksikan pawai, sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi olahraga bela diri, tetapi juga memiliki unsur seni dan budaya yang dapat ditampilkan dalam ruang publik.
Usai menampilkan atraksi di hadapan tenda VIP, PSHT Cabang Natuna – Pusat Madiun di bawah kepemimpinan Wahono menyerahkan cinderamata kepada Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik sebagai bentuk penghormatan.

Bawa Pesan Menjaga Lingkungan
Keterlibatan PSHT dalam pawai budaya HUT RI ke-81 juga tidak hanya berorientasi pada penampilan seni pencak silat.
Ketua PSHT Cabang Natuna Wahono mengatakan, pihaknya membawa semangat persaudaraan sekaligus pesan untuk menjaga lingkungan.
Menurutnya, nilai “Memayu Hayuning Bawono” menjadi salah satu semangat yang diterapkan dalam kegiatan tersebut, yakni menjaga dan melestarikan lingkungan agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.
“Semoga dengan kita menjaga alam, alam juga menjaga kita,” kata Wahono.
Pesan tersebut diwujudkan dengan mengajak anggota PSHT Cabang Natuna – Pusat Madiun memungut sampah yang ditemukan sepanjang rute pawai.
Langkah sederhana itu menjadi bagian dari upaya mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah kegiatan perayaan kemerdekaan yang melibatkan ribuan orang.

Cetak Prestasi di Bidang Olahraga
Selain aktif dalam kegiatan sosial dan budaya, PSHT Cabang Natuna – Pusat Madiun juga berkontribusi dalam pembinaan atlet pencak silat di daerah.
Wahono menyebut para pesilat binaannya telah mengukir sejumlah prestasi dan mewakili Kabupaten Natuna dalam berbagai ajang olahraga.
Di antaranya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga Pekan Olahraga Provinsi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi PSHT Cabang Natuna – Pusat Madiun untuk terus melakukan pembinaan secara disiplin dan berkelanjutan.
Kehadiran PSHT dalam pawai budaya HUT RI ke-81 akhirnya tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan kemerdekaan. Atraksi pencak silat, pesan menjaga lingkungan, serta prestasi atlet menjadi tiga sisi yang dibawa organisasi tersebut dalam memperkenalkan nilai persaudaraan dan budaya kepada masyarakat Natuna.
Di tengah keberagaman peserta pawai, pencak silat kembali menunjukkan posisinya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang terus hidup dan berkembang di daerah perbatasan.*
*ALFIAN


















