Anambas, mandalapos.co.id – Prime Natuna EP menggelar pertemuan tatap muka bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menyosialisasikan rencana kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah kerja Natuna Sea Block “A”. Kegiatan berlangsung di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (8/7/2026).
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana pencarian cadangan energi baru yang akan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni sumur eksplorasi Laba-Laba-1, Bekantan-1, dan Tenggiling South-1.
Kegiatan eksplorasi dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 sebagai tahap awal untuk mengetahui potensi cadangan migas sebelum memasuki tahap pengembangan dan produksi.
Dalam pemaparannya, pihak Prime Natuna EP menegaskan seluruh kegiatan akan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga memastikan koordinasi akan terus dilakukan bersama pemerintah, SKK Migas, dan instansi terkait agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun ekosistem laut.
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Kunto Purbono, jajaran manajemen Prime Natuna EP, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, serta insan pers.
Community Investment Manager Prime Natuna EP, Andri Kristianto, mengatakan sosialisasi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat sejak awal pelaksanaan kegiatan.
“Kami berupaya menyampaikan rencana kegiatan kami ini secara terbuka sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong program sosial yang memberikan manfaat panjang bagi warga,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut baik langkah perusahaan yang mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sebelum kegiatan eksplorasi dimulai.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi daerah.
“Koordinasi yang solid antara pihak perusahaan dengan jajaran pemerintah daerah sangat dibutuhkan demi kemajuan dan kondusivitas wilayah Anambas,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono, menegaskan pemerintah mendukung kegiatan eksplorasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Ia menilai pencarian cadangan migas baru menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi bagi kebutuhan Indonesia di masa mendatang.
Selain memaparkan rencana operasional, Prime Natuna EP juga menyampaikan berbagai program tanggung jawab sosial yang telah dan akan dijalankan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Program tersebut meliputi pembangunan fasilitas Taman Kanak-kanak (TK) Anoa, pemberian beasiswa kedokteran, pemasangan listrik tenaga surya di wilayah terpencil, penguatan fasilitas Posyandu, hingga dukungan terhadap konservasi penyu.
Di sektor ekonomi masyarakat, perusahaan juga memberikan pendampingan terhadap pengembangan Batik Mangrove Genting Pulur sebagai salah satu produk unggulan lokal.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir, Prime Natuna EP turut menggelar aksi penanaman mangrove bersama masyarakat di Pantai Senggalong pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Dunia Tahun 2026 sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas.*
*YAHYA


















