Raflesia Mekar di Batu Tabir, Bupati dan Awak Media Bersatu Gaungkan Ekowisata Anambas.

Bupati Kepulauan Anambas bersama seorang wartawati berfoto dengan Bunga Raflesia di Hutan Batu Tabir, Anambas

Anambas, mandalapos.co.id — Semangat pelestarian alam dan promosi wisata daerah menyatu dalam perjalanan Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Wakil Bupati Raja Bayu, dan sejumlah awak media yang menyusuri hutan Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Minggu (14/6/2026).

Perjalanan yang menempuh waktu sekitar 45 menit itu dilakukan untuk menyaksikan langsung mekarnya bunga Raflesia, salah satu flora langka yang menjadi kebanggaan Anambas. Di tengah hutan yang masih asri, bunga berdiameter sekitar 60 sentimeter tersebut tampak mekar sempurna dengan warna merah bata berbintik putih yang khas.

Kehadiran awak media dalam kegiatan ini bukan sekadar meliput, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekowisata Anambas kepada masyarakat luas. Melalui pemberitaan, foto, dan video yang dipublikasikan, keberadaan Raflesia Batu Tabir diharapkan semakin dikenal sebagai daya tarik wisata berbasis konservasi.

Bupati Aneng mengatakan, mekarnya Raflesia merupakan momen langka yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Raflesia ini adalah kekayaan alam Anambas yang tidak ternilai. Mekarnya hanya beberapa hari dan belum tentu muncul setiap tahun. Karena itu habitatnya harus dijaga bersama. Jika alam terawat, wisata akan tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aneng, selama ini Anambas dikenal luas karena keindahan laut dan pantainya. Namun, kekayaan hutan yang dimiliki daerah juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Raja Bayu menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam mendukung pelestarian kawasan Batu Tabir sebagai lokasi edukasi lingkungan dan ekowisata.

“Kami ingin Batu Tabir menjadi ruang belajar alam bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan pecinta lingkungan. Tetapi yang paling penting adalah menjaga kelestariannya. Jangan merusak, jangan memetik, dan jangan meninggalkan sampah,” tegasnya.

Suasana kebersamaan antara pemerintah daerah dan awak media selama perjalanan juga menunjukkan bahwa promosi wisata dan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan dukungan publikasi yang positif, keberadaan Raflesia Batu Tabir diharapkan dapat menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga habitatnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Aneng kembali mengingatkan bahwa kekayaan alam Anambas merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

“Anambas tidak hanya kaya laut, tetapi juga kaya hutan dan keanekaragaman hayati. Raflesia Batu Tabir adalah aset daerah yang harus kita banggakan dan lestarikan. Wisata boleh berkembang, tetapi alam harus tetap terjaga,” pungkasnya.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini