Anambas, mandalapos.co.id – Warga Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan seringnya pemadaman listrik oleh PT PLN (Persero) dalam beberapa pekan terakhir. Keluhan ini muncul karena pemadaman dinilai mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha kecil, dan proses belajar siswa.
Menurut pantauan di lapangan, pemadaman terjadi hampir setiap hari dengan durasi bervariasi, mulai dari 1-4 jam. Kondisi ini diperparah karena sering terjadi tanpa pemberitahuan resmi dari pihak PLN.
“Ini sudah berkali-kali mati hidup. Kulkas rusak, dagangan es batu cair, anak-anak juga susah belajar malam. Kami minta PLN Palmatak kasih penjelasan yang jelas,” ujar Rajab, warga Desa Paylaman Jumat 16/5/2026.
Keluhan serupa disampaikan pelaku UMKM kecamatan Palmatak, Pardan. Mereka menyebut mesin pendingin dan peralatan usaha sering mati mendadak, sehingga merugikan secara ekonomi.
“Kami usaha warung dan bengkel kecil. Kalau listrik mati, semua berhenti. Pendapatan jadi berkurang,” kata Pardan.
Melihat kondisi ini, sejumlah warga meminta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya dari Dapil 2 untuk tidak tinggal diam. Warga meminta para anggota dewan bisa menjadi penyambung lidah warga untuk menyampaikan keluhan mereka ke PLN maupun pemerintah daerah.
Hal ini wajar, mengingat Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan, adalah salah satu legislator dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Anambas. Sehingga masyarakat menaruh harapan besar dari pimpinan legislatif di Anambas itu.
“Kami tidak minta gratis. Tapi kalau bayar listrik, tolong layanannya juga layak. Kalau ada gangguan, kasih tahu dulu biar kami bisa bersiap,” ucap warga.*
*YAHYA




















