29 Titik Banjir Ditangani, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Pastikan Genangan Terus Berkurang

BATAM, Mandalapos.co.id — Upaya pembenahan infrastruktur dasar di Kota Batam terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan, serta keamanan aktivitas masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah penanganan titik-titik rawan banjir dan genangan yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan. Hingga saat ini, sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai langkah perbaikan infrastruktur, baik yang dilaksanakan secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Batam.

Penanganan tersebut tidak berhenti pada pembangunan atau perbaikan fisik. BP Batam juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur di lapangan untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang secara langsung turun ke sejumlah lokasi untuk melihat kondisi infrastruktur, khususnya drainase dan fasilitas pendukung jalan.

Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Li Claudia meninjau sejumlah titik, di antaranya Drainase Jalan S. Parman, Piayu; Drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom yang masuk dalam rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

29 Titik Banjir Ditangani, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Pastikan Genangan Terus Berkurang

Pastikan Penanganan Sesuai Kondisi Lapangan

Kehadiran langsung pimpinan BP Batam di lapangan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat secara faktual kondisi infrastruktur yang telah dibangun maupun yang masih membutuhkan pembenahan.

Pada tiga lokasi drainase yang ditinjau, Li Claudia mengecek kondisi saluran sekaligus melihat progres penanganan yang telah dilakukan.

Pengecekan tersebut penting untuk memastikan sistem drainase mampu menjalankan fungsi utamanya, terutama dalam mengalirkan air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Selain persoalan drainase, Li Claudia juga melihat kebutuhan penerangan jalan pada ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom. Rencana pemasangan PJU di kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut, khususnya pada malam hari.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” ujar Li Claudia.

29 Titik Banjir Ditangani, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Pastikan Genangan Terus Berkurang

Evaluasi Berlanjut, Dua Drainase di Belian Kembali Ditinjau

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia kembali turun ke lapangan untuk meninjau dua lokasi drainase di Kelurahan Belian.

Dua lokasi tersebut adalah Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.

Peninjauan kali ini difokuskan pada kondisi aliran air dan berbagai hambatan yang berpotensi mengurangi fungsi drainase.

Tim menemukan adanya penumpukan material yang dapat menghambat aliran air. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian karena sistem drainase membutuhkan aliran yang lancar agar mampu bekerja secara optimal, terutama ketika hujan turun dalam jumlah besar.

Selain saluran drainase, kebutuhan perbaikan fungsi drainase dan akses jalan inspeksi di sekitar saluran juga menjadi bagian dari evaluasi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan banjir di Batam dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing kawasan, bukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh lokasi.

29 Titik Banjir Ditangani, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Pastikan Genangan Terus Berkurang

Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Warga

Li Claudia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, keberadaan drainase yang baik memiliki kaitan langsung dengan kelancaran aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang mampu mengendalikan aliran air juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan permukiman dan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman.

“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pemeliharaan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah atau material ke saluran air, juga menjadi faktor penting agar infrastruktur drainase yang telah dibangun dapat berfungsi dalam jangka panjang.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dan kesadaran masyarakat perlu berjalan beriringan.

Tim Teknis Terus Lakukan Evaluasi

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur di berbagai kawasan.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan formulasi penanganan yang tepat.

“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” ujar Mouris.

Pendekatan berbasis kondisi aktual tersebut dinilai penting karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi kontur kawasan, sistem drainase, kepadatan permukiman maupun perkembangan kawasan.

Dengan evaluasi secara berkala, kebutuhan penanganan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga langkah perbaikan dapat disiapkan secara lebih terarah.

29 Titik Banjir Ditangani, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Pastikan Genangan Terus Berkurang

Simpang Kabil Jadi Salah Satu Contoh Hasil Penanganan

Salah satu kawasan yang telah merasakan dampak positif dari penanganan infrastruktur adalah kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal.

Di kawasan tersebut, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase melalui skema proyek multiyears 2026–2027.

Penanganan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan genangan yang sebelumnya kerap terjadi ketika hujan turun.

Hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Setelah dilakukan penanganan, genangan yang sebelumnya kerap muncul di kawasan tersebut kini sudah tidak lagi dirasakan seperti sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembenahan infrastruktur dasar dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Kondisi jalan yang lebih terbebas dari genangan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

29 Titik Banjir, Langkah Berkelanjutan BP Batam

Penanganan 29 titik banjir menjadi bagian dari rangkaian langkah BP Batam dalam memperkuat infrastruktur dasar di Kota Batam.

Namun, BP Batam memastikan pekerjaan tersebut tidak berhenti setelah pembangunan atau perbaikan dilakukan.

Pemantauan lapangan terus dilaksanakan untuk mengetahui apakah infrastruktur yang telah ditangani mampu berfungsi secara optimal serta untuk mengidentifikasi persoalan baru yang mungkin muncul seiring perkembangan kawasan.

Hal ini menjadi penting mengingat Batam terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan Kepulauan Riau.

Pertumbuhan kawasan permukiman, aktivitas industri, perdagangan, serta peningkatan mobilitas masyarakat membutuhkan dukungan infrastruktur perkotaan yang memadai.

Drainase menjadi salah satu infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas tersebut.

Karena itu, pembenahan sistem drainase, peningkatan kualitas jalan, penyediaan penerangan jalan, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya terus menjadi bagian dari perhatian BP Batam.

Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam juga menjadi salah satu kunci agar penanganan infrastruktur dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Melalui sinergi tersebut, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat ditangani berdasarkan kewenangan dan kebutuhan masing-masing.

Hadir Melihat, Mengevaluasi dan Membenahi

Turunnya Li Claudia Chandra bersama jajaran BP Batam ke lapangan memperlihatkan bahwa evaluasi infrastruktur dilakukan tidak hanya dari balik meja.

Kondisi aktual di lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Mulai dari melihat saluran drainase, mengidentifikasi hambatan aliran air, mengevaluasi kebutuhan akses inspeksi, hingga melihat kebutuhan penerangan jalan, seluruhnya menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan penanganan yang telah dilakukan di 29 titik banjir, ditambah evaluasi dan pemantauan yang terus berjalan, BP Batam berupaya memastikan persoalan genangan di berbagai kawasan dapat dikurangi secara bertahap.

Ke depan, pembenahan infrastruktur akan terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan Kota Batam.

Bagi BP Batam, pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi memastikan infrastruktur tersebut benar-benar berfungsi, terawat dan mampu mendukung kenyamanan serta aktivitas masyarakat.

Dengan semangat tersebut, pembenahan infrastruktur dasar di Batam diharapkan terus memberikan dampak positif, menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, mendukung mobilitas warga, sekaligus memperkuat fondasi Batam sebagai kota yang terus tumbuh dan berkembang. (Dan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini