Anambas, mandalapos.co.id – Pengabdian panjang selama bertugas di wilayah perbatasan akhirnya berbuah manis bagi Kasipropam Polres Kepulauan Anambas, IPTU Muslim. Bersama sang istri, ia menerima hadiah umroh gratis dari Kapolda Kepulauan Riau sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas kepolisian.
Rasa haru dan syukur pun menyelimuti keluarga IPTU Muslim saat menerima kabar tersebut. Hadiah perjalanan ke tanah suci itu dinilai menjadi anugerah istimewa setelah lebih dari dua dekade mengabdi di wilayah perbatasan ujung utara Provinsi Kepulauan Riau.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kami percaya rezeki tidak pernah salah alamat. Apa yang diberikan hari ini menjadi nikmat luar biasa bagi kami sekeluarga. Terima kasih kepada Bapak Kapolda Kepri atas perhatian dan kebaikan yang begitu besar,” ungkap IPTU Muslim penuh haru.
Bagi dirinya, perjalanan ibadah umroh bukan sekadar hadiah, melainkan pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas akan menemukan jalannya sendiri.
Kapolda Kepri dikenal sebagai sosok pimpinan yang dekat dengan anggota dan kerap memberikan motivasi kepada personel agar terus bekerja disiplin, tulus, dan penuh rasa syukur. Pemberian hadiah umroh tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Anambas I Gusti Ngurah Agung Budianaloka turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kebahagiaan yang diterima anggotanya tersebut.
Menurutnya, penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Kepulauan Anambas untuk terus bekerja dengan hati dan penuh keikhlasan.
“Kami turut bersyukur dan berbahagia atas hadiah umroh yang diterima Kasipropam Polres Kepulauan Anambas beserta istri. Ini menjadi bukti bahwa setiap pengabdian dan loyalitas anggota mendapat perhatian dari pimpinan. Semoga keberangkatan ke tanah suci membawa keberkahan bagi keluarga dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kisah tersebut juga menjadi inspirasi bahwa ketulusan dalam bekerja dan berbuat baik tidak akan pernah sia-sia. Di tengah padatnya tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, penghargaan itu menjadi simbol bahwa setiap pengabdian akan selalu dihargai.
“Jangan pernah lelah berbuat baik dan bekerja dengan ikhlas. Karena Allah punya cara terbaik untuk menghadiahkan kebahagiaan kepada hamba-Nya,” tutur IPTU Muslim.
Penghargaan itu sekaligus menjadi bukti bahwa rezeki dan kesempatan beribadah dapat datang kepada siapa saja yang terus berusaha, bersabar, dan berserah diri kepada Allah SWT.*
*YAHYA





















