Anambas, mandalapos.co.id – Pemadaman listrik di wilayah layanan PLN Ladan yang meliputi Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Tengah, dan Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, masih menjadi keluhan masyarakat sejak periode Lebaran hingga awal Juni 2026. PLN menyebut gangguan jaringan dan kerusakan mesin pembangkit menjadi penyebab utama terjadinya pemadaman berulang di sejumlah wilayah tersebut.
Koordinator Pembangkit PLN Wilayah Ladan, Halim, menjelaskan bahwa tidak seluruh pemadaman disebabkan oleh faktor yang sama. Menurutnya, beberapa gangguan terjadi pada jaringan distribusi listrik, sementara sebagian lainnya berasal dari permasalahan pada unit pembangkit.
“Kalau yang tadi pagi gangguan jaringan. Kalau yang malam sebelumnya ada gangguan juga. Untuk hari ini ada tiga trafo yang terdampak di wilayah Batu Ampar dan Payalaman,” kata Halim saat diwawancarai, Senin (1/6/2026).
Gangguan Mesin dan Jaringan Jadi Penyebab Pemadaman
Halim mengatakan tim teknis menemukan adanya kerusakan pada salah satu mesin pembangkit saat melakukan pemeriksaan setelah terjadi gangguan.
Menurut dia, petugas menemukan adanya air yang masuk ke ruang oli mesin akibat kebocoran pada komponen liner. Kondisi tersebut menyebabkan unit pembangkit harus dihentikan sementara untuk perbaikan.
“Pas kami cek oli, ternyata ada air di dalam karter atau ruang oli. Setelah diperiksa ada kebocoran pada liner. Saat ini masih dalam proses perbaikan dan pengisian oli,” ujarnya.
Ia menjelaskan mesin yang mengalami gangguan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah unit pembangkit yang beroperasi di wilayah Ladan. Beberapa mesin disebut telah beroperasi selama sekitar tujuh hingga delapan tahun.
Selain faktor mesin, gangguan jaringan masih menjadi tantangan utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan.
Pohon dan Kondisi Jaringan Sering Memicu Gangguan
Halim mengungkapkan sebagian besar gangguan tidak terduga berasal dari jaringan listrik yang melintasi kawasan berhutan dan pemukiman warga. Pohon yang tumbuh dekat jalur kabel kerap menjadi penyebab terganggunya distribusi listrik.
“Kalau gangguan yang tidak terduga, hampir semuanya berasal dari jaringan. Banyak faktor, salah satunya pohon yang dekat dengan jalur listrik,” katanya.
PLN, lanjut Halim, secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan. Namun, pelaksanaannya tidak selalu berjalan lancar karena memerlukan izin dari pemilik lahan.
Ia menegaskan setiap gangguan yang terjadi langsung dilaporkan kepada manajemen PLN secara berjenjang. Laporan tersebut diteruskan hingga ke tingkat manajemen PLN di Tarempa dan Tanjungpinang untuk pemantauan kondisi sistem kelistrikan.
Terkait harapan masyarakat agar listrik kembali normal tanpa pemadaman berulang, Halim mengaku belum dapat memberikan jaminan pasti. Menurutnya, sistem kelistrikan yang bergantung pada mesin pembangkit dan jaringan distribusi tetap memiliki potensi gangguan.
“Saya tidak berani menjamin tidak akan mati lagi. Namanya mesin pasti ada kemungkinan gangguan. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku terus mengusulkan kebutuhan perbaikan dan penggantian peralatan kepada pihak PLN yang lebih tinggi agar keandalan pasokan listrik di wilayah Ladan dapat terus ditingkatkan.
Hingga Senin sore, petugas PLN masih melakukan perbaikan terhadap unit pembangkit yang mengalami gangguan. Sementara itu, pasokan listrik di beberapa wilayah diberlakukan secara bergilir untuk menjaga kestabilan sistem selama proses perbaikan berlangsung.*
*YAHYA




















