
Jakarta, mandalapos.co.id – Dilansir dari siaran pers Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Langkah strategis tersebut dilakukan melalui diversifikasi pengadaan energi, optimalisasi rantai pasok, serta peningkatan kesiapan operasional dan fasilitas distribusi di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga memperkuat layanan di lapangan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan keandalan pasokan dan keberlangsungan layanan energi menjadi prioritas utama perusahaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di pasar energi global.
“Kami terus melakukan berbagai langkah penguatan, baik dari sisi pasokan maupun operasional, untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan menjaga keberlangsungan layanan energi kepada masyarakat. Setiap langkah mitigasi dilakukan secara terukur dengan mengedepankan keselamatan, tata kelola yang baik, dan keandalan operasional,” ujar Mars Ega dalam siaran persnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan diversifikasi pengadaan minyak mentah dan produk BBM, sekaligus memperkuat kerja sama strategis dengan mitra internasional. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar energi global.
Upaya tersebut turut didukung infrastruktur distribusi yang mencakup 125 Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT), 72 Aviation Fuel Terminal (AFT), 40 Terminal LPG (TLPG), delapan fasilitas Floating Storage Fuel, serta tiga fasilitas Floating Storage LPG.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran energi ke berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tantangan geografis dan akses transportasi yang kompleks.
Selain memperkuat pasokan dan infrastruktur, Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan kesiapan operasional serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Optimalisasi pelayanan di lapangan dilakukan untuk memastikan distribusi energi berjalan andal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Mars Ega menegaskan, tanggung jawab perusahaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengakses dan menerima layanan energi dengan harga terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku, serta memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Bagi kami, Availability, Accessibility, Acceptability, Affordability, dan Sustainability merupakan prinsip utama dalam penyediaan layanan energi,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus menjalankan langkah antisipatif melalui penguatan pasokan, peningkatan kesiapan operasional, dan optimalisasi pelayanan di lapangan.
“Ini adalah komitmen perusahaan yang terus kami jaga melalui penguatan pasokan, peningkatan kesiapan operasional, dan optimalisasi pelayanan di lapangan. Kami akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif agar layanan energi kepada masyarakat tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tutup Mars Ega.*
*ALFIANA




















