Natuna, mandalapos.co.id — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Natuna tidak hanya menghadapi persoalan luasnya area terbakar dan keterbatasan sumber air. Keselamatan petugas yang berjibaku memadamkan api juga menjadi perhatian dalam menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering.
Risiko kesehatan dan keselamatan petugas menjadi salah satu poin yang dibahas dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Senin (24/8/2026).
Rakor tersebut dipimpin Bupati Natuna dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait penanganan karhutla.
Dalam paparannya, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie menyebut, petugas pemadam menghadapi sejumlah risiko ketika berada di lokasi kebakaran. Paparan asap tebal secara langsung dan terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas hingga keracunan akibat gas sisa pembakaran.
Risiko lainnya berasal dari kondisi panas di lokasi kebakaran. Kombinasi suhu udara, panas api dan aktivitas fisik yang berat dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, dehidrasi hingga heat stroke.
Medan lokasi kebakaran juga menjadi ancaman tersendiri. Area hutan dan semak belukar dapat membuat petugas mengalami luka bakar, tergores, terkilir hingga tertimpa material kayu yang terbakar.
Kondisi medan bahkan telah menyulitkan pergerakan kendaraan pemadam di sejumlah lokasi.
Karena itu, menurut Novyan perlindungan terhadap petugas dinilai harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasi pemadaman karhutla.
Salah satu usulan yang disampaikan Novyan adalah menyiagakan tim kesehatan lapangan dari puskesmas, poskesdes atau polindes terdekat dengan lokasi karhutla.
Tim tersebut diharapkan terdiri atas tenaga medis dan pengemudi ambulans yang dapat memberikan penanganan cepat apabila petugas mengalami gangguan kesehatan maupun kecelakaan di lokasi pemadaman.
Selain tenaga medis, dukungan ambulans dengan tabung oksigen portabel juga dinilai penting untuk ditempatkan di titik kumpul atau posko utama penanganan karhutla.
Perlengkapan kesehatan lainnya yang dibutuhkan antara lain oksigen darurat, obat tetes mata, salep luka bakar, cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi serta masker dengan tingkat perlindungan lebih baik seperti N95.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diusulkan bagi personel yang terlibat dalam pemadaman.
“Pemeriksaan tekanan darah dan saturasi oksigen dapat dilakukan sebelum petugas memasuki zona kebakaran maupun setelah mereka keluar dari lokasi,” pinta Novyan.
Novyan mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi petugas tetap aman, terutama mereka yang bekerja dalam kondisi panas dan terpapar asap dalam waktu cukup lama.
Selain itu, koordinasi antara posko pemadaman dan posko kesehatan perlu diperkuat. Dengan sistem tersebut, apabila terjadi kecelakaan kerja atau kondisi medis darurat, jalur evakuasi dapat dilakukan lebih cepat.
*ALFIAN



















