
Natuna, mandalapos.co.id — Akses terhadap layanan kesehatan spesialistik masih menjadi tantangan bagi masyarakat di Kabupaten Natuna.
Persoalan itu tidak terlepas dari karakter geografis Natuna. Kabupaten di ujung utara Indonesia ini 99,25 persen wilayahnya berupa laut dan hanya 0,75 persen daratan. Kondisi ini, mempersulit warga dari sejumlah kecamatan untuk mendapatkan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang lebih lengkap seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna .
Kondisi geografis itu juga membuat persoalan kesehatan di Natuna memiliki lapisan yang berbeda. Penyakit yang seharusnya dapat diketahui sejak awal berpotensi baru diperiksa ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan yang mendatangi masyarakat memiliki arti lebih dari sekedar kegiatan pelayanan. Di daerah kepulauan seperti Natuna, pemeriksaan di tingkat kecamatan dapat menjadi kesempatan untuk menemukan penyakit sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih berat.
Kesempatan itu terlihat ketika Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Bunguran Utara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Lima dokter dari RSUD Natuna dikerahkan untuk memberikan pelayanan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas dokter spesialis jantung, residen kandungan, residen bedah, residen anak dan residen mata.
Bagi warga Bunguran Utara, kehadiran tenaga medis tersebut memangkas satu tahapan perjalanan. Mereka tidak perlu terlebih dahulu menuju Ranai hanya untuk memperoleh Nurlela (62), warga Desa Kelarik Utara, menjadi salah satu warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
Selama sekitar dua bulan, perempuan lanjut usia itu mengalami gangguan penglihatan. Pandangannya terasa seperti tertutup kabut ketika melihat sesuatu.
Keluhan itu akhirnya diperiksakan saat CKG berlangsung.
“Hasil pemeriksaan, kata dokter mata saya katarak,” ujar Nurlela.
Pemeriksaan tidak berhenti pada keluhan penglihatan. Nurlela juga diketahui mengalami diabetes sehingga membutuhkan tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Temuan berbeda dialami Umar (42). Ia datang ke lokasi CKG tanpa keluhan berarti. Ia merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja.
Namun, pemeriksaan tekanan darah menunjukkan kondisi yang berbeda. Umar diketahui sudah memasuki fase prehipertensi. Sementara kadar gula darahnya masih dalam kondisi normal.
Dua warga itu menunjukkan potret penting dalam kesehatan masyarakat, merasa sehat bukan berarti bebas dari masalah kesehatan.
Nurlela datang karena merasakan gangguan penglihatan. Umar justru datang ketika tidak merasa memiliki keluhan. Keduanya sama-sama menemukan persoalan kesehatan melalui pemeriksaan.
Di titik inilah CKG menjadi penting. Program tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Akses Spesialis Terkonsentrasi di Ranai
Kabupaten Natuna memiliki 17 kecamatan yang tersebar di sejumlah pulau. Data administrasi kependudukan Semester II 2025 mencatat jumlah penduduk Natuna sebanyak 84.911 jiwa.
Untuk pelayanan kesehatan dasar, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan di wilayah masing-masing. Namun pelayanan dokter spesialis masih terkonsentrasi di RSUD Natuna yang berada di Kota Ranai.
Artinya, bagi warga yang berada jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, kebutuhan pemeriksaan spesialistik dapat berarti perjalanan tambahan menuju Ranai.
Bunguran Utara menjadi salah satu contoh. Kecamatan ini berada di bagian utara Pulau Bunguran. Dari Kelarik menuju Ranai, warga harus menempuh perjalanan darat sekitar 82 kilometer.
Jarak tersebut mungkin masih dapat ditempuh dengan kendaraan oleh masyarakat yang sehat. Namun bagi lansia, penyandang penyakit kronis, maupun warga yang sedang mengalami gangguan kesehatan, perjalanan puluhan kilometer menjadi beban tersendiri.
Karena itu, pelayanan kesehatan yang mendatangi kecamatan menjadi penting, terutama untuk pemeriksaan awal dan menemukan penyakit yang belum menimbulkan keluhan.
Kegiatan CKG di Bunguran Utara memperlihatkan pendekatan tersebut. Dokter yang sehari-hari memberikan pelayanan di rumah sakit kabupaten dibawa lebih dekat kepada masyarakat.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan, pemerintah daerah berencana melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis secara terjadwal di setiap kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus datang jauh-jauh ke RSUD di ibukota kabupaten. Program tersebut akan dilakukan dengan membawa langsung dokter spesialis untuk pemeriksaan kesehatan.
Menurut Cen Sui Lan, pelayanan CKG yang dirasakan Nurlela, Umar dan warga Bunguran Utara merupakan bagian dari program nasional yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menyebut PHTC sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Untuk CKG, pemerintah tidak hanya menempatkan pemeriksaan sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai pintu masuk untuk menemukan masalah kesehatan lebih awal.

CKG Tidak Berhenti pada Pemeriksaan
Kementerian Kesehatan mencatat hingga 31 Juli 2026 sebanyak 73,8 juta penduduk telah mengikuti CKG. Dari jumlah tersebut, 62,7 juta orang menjalani skrining melalui puskesmas dan kegiatan komunitas, sementara 11,1 juta lainnya merupakan anak sekolah. Pemerintah menargetkan cakupan CKG mencapai 130 juta penduduk sepanjang 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan CKG tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Hasil skrining harus dilanjutkan dengan edukasi, pengobatan, pemantauan hingga rujukan sesuai kondisi peserta.
Pada 2026, Kemenkes memfokuskan tindak lanjut CKG pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular, yakni tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kolesterol tinggi. Ketiganya merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal.
“Tujuan CKG bukan hanya mengecek, tetapi membuat masyarakat sehat. Setelah akses diperluas, fokus kita adalah memastikan masalah yang ditemukan langsung ditangani,” ujar Menkes dalam Media Briefing Evaluasi CKG di Jakarta, 4 Agustus 2026 seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.
Di sisi lain, program tersebut menjadi relevan bagi daerah seperti Natuna yang memiliki karakter geografis kepulauan. Kehadiran CKG hingga ke kecamatan menjadi salah satu cara pemerintah memastikan keterbatasan geografis tidak membuat warga terlambat mengetahui dan menangani penyakit.
Karena itu, keberhasilan CKG di daerah seperti Natuna pada akhirnya bukan hanya diukur dari berapa banyak warga yang diperiksa, tetapi juga dari berapa banyak temuan kesehatan yang benar-benar ditindaklanjuti hingga tuntas.*
*PENULIS: ALFIANA



















